Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Entertainment

Lihat Nih Dandanan Nikita Mirzani ketika Penuhi Panggilan Polisi

| editor : 

Nikita Mirzani

Nikita Mirzani bersama kuasa hukumnya jalan menuju ruang penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (10/10). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Artis seksi Nikita Mirzani mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sekitar pukul 14.45 WIB. Nikita bermaksud memenuhi panggilan polisi atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media sosial.

Nikita Mirzani datang didampingi dua pengacaranya, yakni Muannas Al Aidid dan Aulia Fahmi. Dia mengenakan celana berwarna putih dan baju biru keluar. Ketika keluar dari mobilnya, dia langsung bergegas memasuki ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tanpa banyak bicara. Nikita juga menyembunyikan wajahnya dari sorotan kamera awak media yang telah menunggu sebelumnya.

Ketika wartawan menanyakan muka Nikita ditutupi seperti tersangka, Nikita menjawab "(bukan tsk tapi) PSK booo," kata Nikita Mirzani saat memasuki ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/10).

Nikita Mirzani

Nikita Mirzani bersama kuasa hukumnya di Ditkrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (10/10). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

Diketahui, penyidik memanggil Nikita Mirzani untuk meminta keterangannya sebagai pelapor atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media sosial.

Sebelumnya pada Senin (9/10) lalu, Nikita Mirzani melaporkan akun Instagram @PKI_terkutuk65, pemilik akun Facebook Aria Dwiyatmo, Ketua Umum Gerakan Pemuda Anti Komunis (Gepak) Rahmat Himran, Aliansi Advokat Islam NKRI, dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano.

Nikita Mirzani tidak terima dengan para terlapor karena dituding menghina Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo melalui media sosial Twitter. Nikita mengaku tidak merasa berkicau di Twitter berbau hinaan kepada Panglima Gatot, yang kemudian mendadak ramai tersebut.

Berkaitan dengan laporan Nikita Mirzani itu, para terlapor diduga melanggar Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat 1, Pasal 29 Jo Pasal 46 ayat 3, Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

(cr5/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP