Jumat, 24 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Nasional

Masalah Kedaulatan Pangan Krusial bagi Perut Rakyat

| editor : 

Rembuk Nasional 2017 Hari Pangan Sedunia

Rembuk Nasional 2017 Hari Pangan Sedunia (Istimewa)

JawaPos.com – Masalah gizi dan kedaulatan pangan masuk dalam agenda pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN) 2015-2019. Salah satu arah kebijakan pembangunan kesehatan adalah peningkatan pengawasan pangan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Tema besar itu menjadi pembahasan terkait Hari Pangan Sedunia setiap 16 Oktober oleh panitia Rembuk Nasional 2017 dengan Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.

Implementasi standar keamanan pangan termasuk kehalalan menjadi upaya strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan daya saing. Peningkatan kedaulatan pangan dengan diversifikasi penyediaan dan konsumsi pangan yang aman, bermutu, dan halal terus digenjot. Potensi pangan lokal maupun pangan fungsional diharapkan semakin berkembang.

Ketua Rembuk Nasional Firdaus Ali mengatakan masalah keamanan pangan dan kedaulatan pangan cukup krusial karena berdampak langsung bagi perut rakyat. Firdaus mencontohkan dampak yang secara langsung bisa dilihat misalnya orang keracunan atau salah makan obat bisa mengakibatkan kematian.

“Kami berharap forum rembuk mampu merumuskan saran dan rekomendasi kepada pemerintah untuk pemecahan permasalahan keamanan pangan, sehingga pangan yang beredar di Indonesia memenuhi persyaratan keamanan dan mutunya untuk tercapainya individu penduduk Indonesia yang sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (!8/10).

Rembuk Nasional merupakan kegiatan yang diadakan dengan tujuan untuk mendalami sekaligus mengkritisi capaian tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK dalam 12 bidang pembangunan dan masalah nasional yang perlu mendapat perhatian khusus. Berbeda dari Rembuk Nasional 2015 dan 2016, Rembuk Nasional 2017 ini akan dilakukan dalam 2 tahap yaitu Rembuk Daerah (RD) dan Rembuk Pusat.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito yang hadir dalam acara tersebut mengatakan pihaknya berupaya menegakkan regulasi pengawasan obat dan makanan. Selain itu, pihaknya juga memperkuat sistem dan memberikan regulasi yang kuat.

“Akhirnya dalam perjalan waktu dalam satu tahun ini kami sudah diperkuat dengan adanya inpres terkait peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan,” kata Penny.

Bahkan, Penny menjelaskan Presiden melalui Perpres baru memberikan kewenangan kepada BPOM untuk membuka balai POM di pelosok-pelosok daerah, sehingga semakin dekat dengan rakyat. “Ke depan, Presiden mengatakan juga masalah keamanan pangan adalah masalah pemerintah hadir, negara hadir. Jadi ini dengan adanya Perpres ini BPOM semakin diperkuat,” ujar Penny.

(ika/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP