Jumat, 24 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Kesehatan

Bahas Farmasi, 7 Profesor Kesehatan Dunia Berkumpul di Lombok

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (dok. Universitas Indonesia)

JawaPos.com - Permasalahan obat dan layanan kesehatan global paling menyentuh kebutuhan medis masyarakat dunia. Karena itu, dunia akademisi terpanggil untuk menggelar perhelatan internasional membahas masalah farmasi dan kesehatan global dalam ajang International Conference on Advance Pharmacy and Pharmaceutical Science (ICAPPS) 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam pertemuan tersebut sebanyak 7 pakar dan profesor dunia bertemu pada tanggal 19-20 Oktober 2017. Selain itu tujuan utama 2nd ICAPPS kali ini yaitu menjadi wadah bagi peserta untuk saling berbagi persepsi mereka dan untuk mengetahui metode dan temuan penelitian mutakhir dalam beberapa topik. Misalnya terkait produk halal, ilmu forensik, penemuan dan pengembangan obat-obatan, produk alami dan nutraceutics, farmasi teknologi, eksipien dan bahan farmasi, farmasi industri, farmasi bioteknologi, pengembangan metode analisis, ilmu kosmetik, farmakologi dan toksikologi, farmasi mlinis, dan komunitas farmasi.

"Untuk kedua kalinya Farmasi UI menggelar ajang ini untuk membangun, mengembangkan dan memperkuat jaringan nasional dan internasional di antara akademisi, ilmuwan atay peneliti, dan praktisi bidang ilmu farmasi,," kata Dekan Fakultas Farmasi UI Mahdi Jufri kepada JawaPos.com, Rabu (18/10).

Kegiatan ini bekerja sama dengan Pemda Nusa Tenggara Barat terkait wisata halal yang saat ini diidentikan dengan Lombok. Tujuh profesor kesehatan dunia di antaranya Prof. Eiji Matsuura dari Okayama University, Jepang, Prof. James McElnay dari Queen’s University of Belfast UK, Prof. Syed Azhar dari USM Malaysia, Assc. Prof. Thakur Raghu Raj Singh dari Queen’s University of Belfast UK, Prof. Ibrahim Jantan dari UKM Malaysia, Prof. Dr. Rusli Ismail dari Unisza Malaysia dan Prof. Yahdiana Harahap, M.Sc, Apt dari Fakultas Farmasi UI.

Mahdi berharap ajang ini dapat memberikan pengetahuan baru tentang perlindungan konsumen terhadap produk dan layanan kesehatan global dari segi hukum. Selain itu akan memberikan kesempatan bagi peneliti nasional dan internasional untuk melakukan penelitian bersama terkait dengan perlindungan konsumen terhadap produk dan layanan kesehatan global.

"Lalu memberikan kesempatan yang sangat baik untuk menyerap informasi dan pengalaman dari para ahli kelas dunia di bidang ilmu farmasi," jelasnya.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP