Senin, 20 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bola

Ingat Persebaya, Semua Lawan Menakutkan

| editor : 

Persebaya Surabaya

JANGAN JEMAWA: Persebaya akan menjalani pertarungan berat di babak delapan besar Liga 2. (Angger Bondan/Jawa Pos)

JawaPos.com- Persebaya Surabaya hanya bisa finis sebagai runner-up grup C pada babak 16 besar Liga 2. Konsekuensinya, pada babak delapan besar, Persebaya harus rela ditempatkan di grup Y. Tim berjuluk Green Force itu bergabung dengan PSIS Semarang, PSPS Pekanbaru, dan PS Mojokerto Putra (PSMP).

Bagaimana peluang Persebaya di grup tersebut? Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera menegaskan bahwa tidak ada lawan ringan di grup Y. ’’Saya pikir semua tim di grup Y punya peluang yang sama,’’ kata Alfredo. ’’Saya tetap fokus kepada semua tim. Orang bilang PSIS (Semarang) lebih kuat, saya pikir itu salah. Semua tim menakutkan,’’ ucapnya.

Alfredo benar. PSIS yang lolos dengan status juara grup B merupakan tim yang lumayan produktif di babak 16 besar dengan koleksi 12 gol. PSPS juga tidak bisa diremehkan. Mereka lolos setelah menyingkirkan tim kuat Cilegon United dengan skor telak 4-0 pada matchday terakhir babak 16 besar (10/10). Belum lagi PSMP. Tim asuhan Redi Supriyanto itu lolos dengan status juara grup D.

Di sisi lain, Persebaya sedang mengalami tren penurunan. Rendi Irwan dkk belum pernah menang dan belum mencetak gol dalam tiga laga terakhir. Nah, agar bisa bersaing, produktivitas bakal kembali digenjot. ’’Ya, saya segera cari strategi yang tepat. Secara permainan kami menang, tapi tidak ada gol. Itu yang menjadi masalah dan harus segera diperbaiki,’’ tuturnya.

PSPS pun tidak sabar menyongsong babak delapan besar. Hal tersebut disampaikan asisten pelatih PSPS Marwal Iskandar. Marwal mengatakan, Persebaya dan PSIS memang merupakan favorit di grup Y. ’’Tetapi, kami sadar PSMP juga kuat. Jadi tidak bisa ditebak siapa yang akan lolos ke semifinal nanti,’’ kata Marwal.

Marwal menilai, empat tim di grup Y adalah tim terbaik di Liga 2. ’’Bayangkan, dari 64 tim menjadi 16, terus mengerucut menjadi delapan dan dibagi dua grup. Ini adalah tim-tim terbaik. Jadi, tidak ada tim yang berstatus paling lemah di sini,’’ beber pria yang pernah membela Persebaya itu.

Kubu PSIS juga tidak mau jemawa. ’’Kami harus mulai melupakan euforia kemenangan setelah lolos ke babak delapan besar. Kami harus ekstra fokus mengarungi babak delapan besar karena perjuangan masih panjang,’’ beber Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho.

Sementara itu, PSMP merasa status kuda hitam tidak pantas untuk mereka sandang. Apalagi setelah sukses menembus babak delapan besar. ’’Mungkin masyarakat atau tim lawan mulai memahami bahwa kami tidak mudah dikalahkan. Apalagi, beberapa kali saat kami berlaga juga disiarkan di televisi,’’ kata Redi Suprianto, pelatih PSMP.

Redi pun berani mematok target empat besar karena babak delapan besar memakai format home tournament. Redi menargetkan timnya bisa meraih dua kemenangan dalam tiga pertandingan. ’’Kami tidak memandang salah satu tim yang paling diwaspadai. Semua tim punya peluang yang sama. Tinggal bagaimana merealisasikan,’’ paparnya.

(rid/far/ris/JPG/c4/bas/ce1)

Sponsored Content

loading...
 TOP