Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Anies Baswedan Benar-benar Dipolisikan Terkait Kata Pribumi

| editor : 

Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Yesika Dinta/JawaPos.com)

JawaPos.com - Baru sehari bertugas sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah dipolisikan warga ke Bareskrim Polri. Laporan ke polisi itu buntut dari pidato pertamanya di Balai Kota DKI Jakarta yang menyinggung kata pribumi.

Laporan itu teregister dengan tanda bukti lapor bernomor TBL/735/X/2017/Bareskrim. Pelapornya adalah Jack Boyd Lapian.

Dalam laporan yang diterima Kepala piket Siaga III itu, Anies dituduh diduga melakukan pidana diskriminatif ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 huruf B ke-1 dan 2. Lalu juga pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi, ras dan etnis.

Anies Baswedan

Laporan Polisi warga yang mengadukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Istimewa)

Kuasa hukum pelapor, Rudi Kabunang mengatakan, laporan sengaja dilakukan berkaitan dengan pidato Anies. “Kami lakukan laporan polisi terkait adanya dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI terpilih saat sesi acara gubernur di Pemprov DKI Jakarta,” kata dia di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/10).

Dia menambahkan, penggunaan kata pribumi dan nonpribumi sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008. Hal itu kini dilarang berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998.

Sebelumnya, dalam pidato perdana di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10) malam, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan kata pribumi saat menyinggung kolonialisme dan kemerdekaan.

"Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini telah merdeka, saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Anies dalam pidatonya.

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP