Senin, 20 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Polisi Belum Ketahui Penjamin Pelaku Penyerangan Kantor Kemendagri

Dijamin Staf Khusus Presiden

| editor : 

Penyerangan kantor Kemendagri

Ilustrasi (Kokoh Praba/JawaPos.com)

JawaPos.com - 11 orang tersangka penyerangan kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajukan penangguhan penahanan. Hanya saja hingga kini penangguhan itu belum dikabulkan aparat kepolisian. Disinyalir pihak yang menjadi jaminan penangguhan penahanan itu salah seorang Staf Khusus Presiden asal Papua.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengaku belum mengetahui siapa penjamin permohonan penangguhan penahanan terhadap 11 tersangka tersebut.

"Saya belum melihat penangguhannya seperti apa. Biasanya penangguhan itu (penjaminnya) orang, ya. Bukan jabatan, ya," kata Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/10).

Penyerangan kantor Kemendagri

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)

Permohonan penangguhan penahanan, kata Argo, merupakan hak setiap tersangka untuk mengajukannya. Sebab, hal itu diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHAP).

"Penangguhan penahanan itu adalah hak setiap tersangka, hak keluarga tersangka, itu diatur di KUHAP," ujar Argo.

Namun, Argo menyebut permohonan penangguhan penahanan itu nantinya akan dikabulkan oleh penyidik atau tidak sesuai dengan kewenangan penyidik. "Penangguhan itu wajar, tetapi yang namanya permohonan itu ada yang mengabulkan, nanti penyidik yang lebih tahu. Apakah dikabulkan atau tidak," jelas Argo.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden asal Papua, Lennis Kogoya meminta kepolisian melepaskan 11 pelaku pengerusakan di Kantor Kemendagri. Dia juga meminta Kepolisian tidak memproses kesebelas tersangka tersebut secara hukum.

Lennis beralasan, penahanan 11 tersangka tersebut justru menyebabkan situasi di Papua semakin rumit. "Ini yang ditahan sebelas orang ini keluarkan saja tidak usah diproses dulu. Nanti takutnya di sana bikin massa seperti begitu. Nanti keluarga ribut (dengan) tahanan di dalam, bikin ribut lagi. Lebih baik kasih pulang saja. Malah risiko kita," ujar Lennis di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (13/10).

(cr5/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP