Senin, 20 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Pidato Anies Baswedan Jadi Polemik, Ini Reaksi Gerindra

| editor : 

Anies-Sandi

Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Jagat media sosial bergejolak karena pidato perdana Gubernur DKI Anies Baswedan menuai polemik. Warganet kesal lantaran ‎Anies Baswesan mengucapkan pribumi. Bahkan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini dituduh rasis.

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Edhy Prabowo menilai tidak ada yang salah dengan pidato Anies Baswedan ini. Apa yang disampaikan oleh Anies Baswedan adalah bagian dari kenyataan yang dirasakan sebagian warga Jakarta.

Misalnya diungkapkan Edhy Prabowo, masyarakat Luar Batang yang menjadi korban penggusuran Pemprov DKI Jakarta, padahal masyarakat sudah puluhan tahun tinggal. Hanya karena tidak memiliki sertifikat langsung saja digusur. Menurut UU tentang Pertanahan, warga yang sudah menempati 15 tahun berhak menempati tanah itu.

"Justru selama ini pribumi lah yang terpinggirkan yang selalu digusur, seperti di kawasan Luar Batang," ujar Edhy Prabowo saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/10).

Dalam pidato, Anies dicap sebagai rasis lantaran menyebutkan kata 'pribumi'. Ketua Komisi IV DPR ini pun menanggapinya dengan santai. Di pidato tersebut Anies Baswedan tidak mendiskreditkan atau menghina suatu golongan.

Menurut Edhy Prabowo, yang ia tangkap adalah Anies Baswedan semangatnya ingin menjadikan ibu kota milik semua warga Jakarta.

"Tidak ada yang bicara rasis terhadap sekelompok, kita ingin bicara mayoritas yang tinggal di republik ini harus hidup," kata Edhy Prabowo.

Kendati demikian Edhy Prabowo tidak mempermasalahkan apabila pidato Anies Baswedan menjadi polemik ataupun dipolitisasi. Sebab, itu adalah hak masyarakat ‎dan setiap orang. Yang terpenting bagi Partai Gerindra adalah membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Enggak usah kita ambil angle-angle yang tujuannya malah memancing," pungkas Edhy Prabowo.

‎Sebelumnya, pidato perdana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Senin (16/10/2017) menjadi sorotan. Dalam pidato tersebut, ada penyebutan kata 'pribumi' yang ternyata membuat risih sejumlah pengguna dunia maya alias netizen.

Penyebutan kata tersebut berawal ketika Anies mengungkit sejarah ketika perjuangan Indonesia melawan kolonialisme.

Dalam pidato Anies berlangsung 22 menit ini ada kata 'pribumi ditindas'. Di mana Anies mengatakan "Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan.

(cr2/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP