Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Tak Terima Dipukul, Oknum Polisi Tembak Korban Jarak 4 Meter

| editor : 

Rekonstruksi kasus oknum polisi tembak warga

Rekonstruksi kasus oknum polisi tembak warga (Agus Wibowo/Radar Tegal/JawaPos.com)

JawaPos.com – Kasus penembakan yang dilakukan oknum polisi Brigadir RE, mulai terungkap. Dalam kasus ini Ragiman alias Warin tewas tertembus peluru pelaku. Terungkap, pelaku sebelumnya dipukul oleh korban. Lalu, korban membalas menembak dengan jarak kurang lebih 4 meter.

Hal tersebut terungkap adegan rekontruksi yang digelar di halaman Mapolres Tegal Kota, Kamis (12/10). Sejatinya rekonstruksi kasus penembakan yang terjadi di pelataran salah satu hotel di Kota Tegal bakal dilakukan di TKP. Namun, lantaran faktor keamanan, rekonstruksi digelar di halaman Mapolres Tegal Kota.

Dari catatan petugas, rekonstruksi yang dilakukan oleh tersangka dan saksi korban yang diganti oleh pemeran pengganti itu ada 24 adegan. Pantauan di lapangan, saat rekonstruksi itu terjadi sempat ramai. Sebab, selain pengacara korban dan tersangka serta tiga jaksa dari Kejari Tegal, hadir pula ratusan massa yang meneriaki pelaku penembakan.

Awalnya, rekontruksi dilakukan di dalam lobi Mapolres Tegal Kota. Namun kemudian, rekontruksi yang berjalan sekitar 2 jam itu pindah ke halaman Mapolres Tegal Kota. Saat di halaman Mapolres di Jalan Pemuda Nomor 1, penyidik meminta kepada para saksi maupun tersangka untuk merangkan soal adegan dan posisinya.

"Jangan mengarang-ngarang, kamu harus melakukan seperti saat kejadian," terang penyidik Aiptu Subianto dilansir Radar Tegal (Jawa Pos Group).

Saat itu, para saksi memperagakan teman korban yang sebelumnya terjadi cekcok dengan teman tersangka. Melihat kejadian itu, korban dan tersangka berlari menghampiri keributan tersebut. Dalam adegan yang berhadap-hadapan antara korban dan pelaku, almarhum Warin sempat memukul muka pelaku.

Usai dijotos, oknum polisi itu kemudian langsung mengambil senpi yang disimpan dalam tas kecil yang digendongnya. Tanpa basa-basi, Brigadir RE langsung memuntahkan timah panas ke dada Warin hingga tembus dan melukai korban lainnya.

Jarak yang terlalu dekat, sekitar kurang lebih 4 meter itu menjadikan korban langsung meninggal di TKP. Sementara korban yang terluka langsung dirawat. "Setelah ditembak, korban tersungkur," ungkap pelaku.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tegal Depati Herlambang mengatakan bahwa keluarga korban yang kurang puas dengan adegan rekontruksi, harus bisa membantu jaksa saat di persidangan nanti.

"Itu hak pelaku mengelak, karena pelaku tidak di sumpah. Berbeda dengan saksi, yang nantinya disumpah. Jadi, kami juga harus dibantu dengan para saksi yang kuat untuk bisa mengungkapnya," jelasnya.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP