Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JPG Today

THR Tutup, Pemkot Solo Kehilangan Rp 600 Juta. Kok Bisa?

| editor : 

THR Sriwedari akhirnya ditutup

Kompleks THR Sriwedari di malam hari. (Ari Purnomo/jawapos.com)

JawaPos.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dipastikan bakal kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun depan. Tidak tanggung-tanggung PAD yang akan lenyap tersebut mencapai Rp 600 juta. Ini menjadi dampak dari tutupnya Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari karena tidak lagi memperpanjang kontraknya tahun depan.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat mengatakan, jika potensi PAD di THR Sriwedari cukup bagus. Dirinya pun juga menyayangkan jika THR Sriwedari sampai tutup. "Potensinya PAD itu sangat bagus, karena setahun itu bisa mencapai Rp 600 juta," terangnya kepada wartawan, Jumat (13/10).

Pemkot Solo sendiri, kata Yosca, sebenarnya sudah memberikan beberapa opsi agar tempat hiburan yang sudah menjadi salah satu ikon Kota Solo itu tetap beroperasi. Salah satunya yakni dengan memberikan lahan pengganti di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Tidak hanya itu, Pemkot juga memberikan diskon sewa sebesar 30 persen.

Akan tetapi, opsi tersebut ternyata kurang diminati oleh pengelola THR Sriwedari. "Kalau di Sriwedari itu multiplier effectnya besar, di sana ada parkir, PKL, dan juga yang lainnya. Dan THR Sriwedari itu merupakan PAD terbesar yang dimiliki Kota Solo dari sektor hiburan,"
katanya.

Sementara itu, Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk memberikan tempat pengganti selain di kawasan Sriwedari, tetapi pengelola THR tidak mau. "Kita menawari untuk pindah ke Jurug, tetapi mereka tidak mau. Tidak tahu nanti mau pindah ke mana. Kalau mengenai sewa itu kan ada aturannya, kalau tidak ada aturan tidak bayar juga tidak apa-apa," tandasnya.

(apl/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP