Kamis, 14 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Pancoraba, Waspadai Angin Puting Beliung dan Pohon Tumbang

| editor : 

pohon tumbang di Kecamatan Blimbing

Petugas DKP memotong pohon tumbang di Jalan Untung Suropati Utara, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (13/10) (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

JawaPos.com - Warga Kota Malang sepertinya harus berhati-hati menghadapi musim pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Pasalnya, bencana seperti tanah longsor dan puting beliung kerap terjadi. Tak terkecuali pohon tumbang.

Kepala BPBD Kota Malang, J. Hartono mengatakan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan memasuki musim pancaroba ini. Sebab, musim pancaroba identik dengan angin kencang dan juga hujan deras yang mendadak. Peristiwa alam itu juga tidak jarang mengakibatkan pohon tumbang.

Salah satunya seperti yang terjadi di Jalan Untung Suropati Utara, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (13/10) pagi. Pohon berjenis sengon dengan diameter sekitar 50 cm dengan tinggi kurang lebih 15 meter itu tumbang ke jalan. Diperkirakan kondisi akar yang telah rapuh sehingga tidak kuat menahan beban pohon.

Pohon tumbang itu pun mengenai kabel listrik meski tidak sampai putus. Akses jalan ditutup untuk sementara waktu sampai keadaan normal kembali karena sebagian material pohon menghalangi jalan.

Berdasarkan kejadian tersebut, warga diminta mulai memperhatikan lingkungan sekitar. Misalnya, kemungkinan pohon-pohon yang lapuk maupun bangunan-bangunan yang membahayakan. "Kalau ada, bisa dilaporkan ke bagian pertamanan untuk dicek, kalau butuh dipangkas akan dipangkas agar tidak membahayakan," ujar Hartono.

Mengenai tingginya angka tanah longsor, Hartono menguraikan hal tersebut merupakan konsekuensi atas pertemuan lintasan lima sungai besar di Kota Malang. Menurutnya, hampir semua bencana longsor terjadi di daerah aliran sungai (DAS).

Hartono menambahkan, bahwa peralihan musim ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober 2017. Sementara, puncak musim hujan akan terjadi mulai bulan Januari hingga Februari 2018 mendatang.

Wilayah Kota Malang dan sekitarnya diprediksi akan diguyur hujan lebat, angin kencang beserta petir. "Pada masa transisi musim ini hujannya tidak menentu dapat berubah sewaktu-waktu," jelas Hartono.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada saat melakukan aktivitas di luar ruangan, mengingat bencana alam seperti pohon tumbang dan longsor selalu mengintai saat peralihan musim ini.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, bencana tanah longsor dan puting beliung mendominasi catatan kebencanaan dua tahun terakhir. Pada Januari-September 2017 tercatat ada 85 kejadian bencana, antara lain bencana tanah longsor 36 kali kejadian, puting beliung 25 kali, banjir 11 kali, kebakaran 10 kali, lain-lain 3 kali.

Sementara itu, pada tahun 2016 lalu tercatat total ada 97 kejadian bencana. Tanah longsor paling mendominasi dengan total 55 kali kejadian, kemudian disusul kebakaran 21 kali, dan pohon tumbang 14 kali. "Sekarang sudah turun beberapa kali hujan permulaan, kami mendapat informasi dari BMKG Karangploso bahwa Kota Malang sudah mulai masuk musim pancaroba," Pungkas Hartono.

(fis/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP