Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Jokowi Resmikan Tol Palembang-Indralaya, Gratis Hingga Akhir Tahun

| editor : 

Gerbang Tol ruas Palembang-Indralaya seksi I yang diresmikan Presiden Joko Widodo

Gerbang Tol ruas Palembang-Indralaya seksi I yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Istimewa)

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian jalan tol pertama di Sumatera Selatan. Ruas tol Palembang - Indralaya Seksi I ini menghubungkan Palembang-Pamulutan sepanjang 7,8 kilometer.

“Ini jalan tol pertama yang ada di Sumatra Selatan,” seperti dilansir dari laman Sekertariat Negara, Jumat (13/10).

Atas pencapaian itu, mantan Wali Kota Solo ini akan memberi pembebasan biaya tol kepada masyarakat hingga berakhirnya tahun 2017. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati jalan tol tersebut secara gratis.

“Saya minta meskipun ini jalan tol bayar, bisa dilihat dan dinikmati masyarakat awal-awal sampai akhir tahun. Jangan dipungut (biaya) dulu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengakui jika proses pembangunan tol tersebut membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Bahkan, dirinya sampai harus datang empat kali untuk memastikan kesuksesan pembangunan tol itu.

"Kenapa tol ini saya datang? Ini sudah empat kali karena di sini konstruksinya khusus, biayanya dibanding dengan tol yang lain hampir 1,5 kali lipat karena harus nguruk 7 meter," jelas dia.

"Mengeruk tujuh meter, menyedot air karena ini rawa-rawa, tapi konstruksi ini sudah selesai. Saya mau melihat fisik jadinya seperti apa? Seperti fisik tol yang lain, (tapi) saya kira lebih bagus," tambahnya.

Jokowi tidak ingin ada proyek-proyek maupun hal administratif lainnya yang lambat terselesaikan. Untuk itu, dirinya menilai penting dalam meninjau langsung kondisi di lapangan.

Sebagai contoh, pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda adalah salah satu contoh di mana ada dua masalah yang belum terselesaikan, yakni jalan tol tersebut harus menembus hutan konservasi dan melalui lahan yang dimiliki Kodam.

“Dua-duanya tidak berani dibebasi (lahan). Saya langsung telepon Kodam agar diselesaikan. Satu, dua hari rampung,” ucap Presiden.

Menurutnya, persoalan-persoalan seperti itu tidak bisa diselesaikan jika Presiden tidak turun langsung melihat kondisi di lapangan. Oleh sebab itu, ia pun tak segan untuk selalu mengawasi langsung jalannya proyek infrastruktur di seluruh Tanah Air.

“Tidak bisa diselesaikan kalau kita tidak memberi perintah,” pungkasnya. 

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP