Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Sri Mulyani Beri Kuliah Pajak ke WNI di Tokyo

| editor : 

Sri Mulyani

BAGI ILMU: Sri Mulyani saat berada di Tokyo, Jepang. (PPI Tokyo)

JawaPos.com - Menghadiri temu sapa sebenarnya bukanlah agenda utama Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun, di tengah-tengah perjalanannya menuju Amerika Serikat, Menteri yang akrab disapa Bu Ani tersebut singgah di Tokyo, Jepang, untuk transit terlebih dahulu pada Minggu (8/10).

Karena ada waktu yang cukup, maka diselenggarakanlah pertemuan pada hari tersebut. Meski harus melanjutkan penerbangan keesokan harinya, Bu Ani tetap semangat dan antusias menyapa para hadirin.

Dalam temu sapa dengan WNI di Tokyo tersebut, tidak bosan-bosannya Bu Ani membahas mengenai pajak pada masyarakat. Sri Mulyani mengatakan, pjak sendiri diatur dalam pasal 23A UUD 1945 yang berbunyi ”Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan undang-undang”.

Sebagai warga negara, membayar pajak adalah sebuah keniscayaan. ’’Hal ini sejalan dengan pemikiran salah seorang filusuf ternama asal Inggris, Thomas Hobbes. Pada salah satu bukunya, Leviathan yang terbit tahun 1651, Hobbes menjelaskan hubungan antara pemerintah dan rakyatnya. Hubungan ini seperti sebuah kontrak yang bersifat mutualisme. Pemerintah berperan sebagai pelindung dan penyedia, sementara masyarakat harus mendukung pemerintah dengan cara membayar pajak,’’ terang bu Ani.

Uang hasil pajak inilah yang nantinya dikelola pemerintah untuk membangun rumah sakit, menyediakan lapangan kerja, dan lain-lain yang bernilai bagi rakyat. Hal seperti inilah yang disebut kontrak antar pemerintah dan rakyat, dan hal ini berlaku di manapun. Sayangnya hal ini mungkin belum dipahami semua orang. Sri Mulyani sendiri mengakuinya bahwa penerimaan pajak di Indonesia masih rendah. Warga yang mengikuti progam tax amnesty saja tidak sampai satu juta. (*)

(ina/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP