Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
Sepakbola Dunia

Hallgrimsson Tinggalkan Profesi Dokter Gigi Demi Timnas Islandia

| editor : 

Islandia

Heimir Hallgrimsson juga seorang dokter gigi. Tapi, dia lebih fokus menjadi pelatih sepak bola (FIFA)

JawaPos.com - Keberhasilan Islandia lolos ke Piala Dunia 2018 dan pertama kali tampil di ajang akbar World Cup, tak lepas dari tangan dingin pelatih Heimir Hallgrimsson. Dia menorehkan sejarah sebagai pelatih pertama yang meloloskan Islandia ke pentas Piala Dunia.

Hallgrimsson juga membuktikan punya kemampuan dalam menciptakan tim yang tangguh. Dia bisa lepas dari bayang-bayang Lars Lagerback. Ya, sebelumnya dia menjadi duet bagi Lagerback saat membawa Islandia lolos ke Euro pertama kali pada 2016. Di putaran final, Islandia mampu melaju hingga perempat final.

Hallgrimsson sendiri mulai terikat dengan Islandia sejak 2011. Dia menjadi asisten Lagerback dan hingga 2013. Sejak 2013, dia naik pangkat menjadi pelatih kepala dan sejajar dengan Lagerback. Usai Euro 2016, seiring mundurnya Lagerback, Hallgrimsson seorang diri memimpin Islandia.

Hallgrimsson adalah salah satu pelatih Islandia berkualitas. Dia produk dari program asosiasi sepak bola Finlandia (KSI) dalam menciptakan juru racik hebat. KSI memiliki motto bahwa untuk bisa melahirkan pemain berkualitas, dibutuhkan pelatih berkualitas pula.

Sejak 2002, KSI menginginkan pelatih-pelatih Islandia berkembang dan memiliki pendidikan kepelatihan yang berkualitas. KSI bekerja sama dengan UEFA untuk memberikan pendidikan bagi pelatih-pelatih di Islandia dan tentunya mendapat lisensi. Mulai dari lisensi B UEFA hingga lisensi A UEFA.

Dalam menjalankan program ini, KSI menetapkan biasa serendah mungkin. Itu dimaksudkan agar banyak calon pelatih berkualitas yang mengikti kursus tersebut. Berdasar data dari Sports Illustrated, pada 2013 terdapat 447 pelatih dengan lisensi B UEFA dan 185 pelatih dengan lisensi A UEFA.

Tak hanya itu, KSI menerapkan peraturan ketat bahwa pelatih kepala yang menangani klub-klub Islandia harus memiliki lisensi A UEFA dan asisten pelatih lisensi B UEFA. Bahkan, pelatih kepala akademi pemain muda wajib memiliki lisensi A UEFA.

KSI juga menerapkan aturan tegas bahwa seorang pelatih di Islandia harus benar-benar total dalam melaksanakan tugasnya. Artinya, tidak boleh terganggu dengan pekerjaan lain. Itu pula yang membuat Hallgrimsson memutuskan untuk meninggalkan profesi sebagai dokter gigi.

Ya, selain menekuni sepak bola, Hallgrimsson juga tak melupakan dunia akademik. Hingga akhirnya dia menjadi dokter gigi. Saat pensiun sebagai pemain, selain berprofesi sebagai pelatih, Hallgrimsson terkadang memberikan pelayanan kepada pasien di sekitar tempat tinggalnya. Hanya saja, setelah KSI membuat peraturan ketat, perlahan dia mulai mengurangi pelayanannya kepada pasien hingga akhirnya berhenti untuk sementara.

"Sebagai pelatih dituntut untuk fokus. Saya pernah dihadapkan pada dua pilihan. Saya disuruh memilih meneruskan karier sebagai pelatih atau menjalankan profesi dokter gigi. Pilihan yang bingung. Tapi, saya cinta sepak bola dan akhirnya memutuskan total berkarier sebagai pelatih," sebut Hallgrimsson.

Hallgrimsson lahir pada 10 Juni 1967. Saat aktif sebagai pemain, dia pernah memperkuat sejumlah klub Islandia yakni IBV, Hottur, Smastund, dan KFS. Hallgrimsson mulai terjun sebagai pelatih pada 1993. Klub yang dilatihnya antara lain Hottur dan IBV.

(epr/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP