Jumat, 15 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Sally Jones sang White Widow Tewas bersama Putranya di Perbatasan

| editor : 

TEWAS? Sally Jones.

TEWAS? Sally Jones. (Twitter Sally Jones)

JawaPos.com – Anggota ISIS yang berasal dari Inggris, Sally Jones, diyakini telah terbunuh bersama dengan anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun, Jojo, dalam sebuah serangan udara AS.

Jones, yang dijuluki White Widow alias janda putih oleh media, adalah seorang propaganda di media sosial. Dia memiliki lebih dari 20 akun di Twitter namun belum ada aktivitas darinya dalam beberapa bulan terakhir.

The Sun melaporkan bahwa CIA telah menginformasikan kepada rekan-rekan Jones di Inggris kalau perempuan itu tewas oleh serangan drone Predator di dekat perbatasan Syria-Irak pada Juni lalu.

Informasi itu adalah tambahan dari keterangan bahwa dia terakhir terlihat melarikan diri Raqqa dan menuju kota perbatasan Mayadin di Syria. Banyak anggota ISIS telah meninggalkan kota karena organisasi tersebut secara bertahap telah dihancurkan.

Namun, Pentagon tidak dapat memastikan bahwa Jones telah terbunuh. Mayor Adrian Rankine-Galloway, juru bicara Pentagon, mengatakan kalau dia tidak memiliki informasi apa pun yang akan mendukung laporan tersebut. ”Tapi itu bisa berubah dan kami harus melakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Jones, mantan musisi punk, lahir di Greenwich, London tenggara, namun kemudian pindah ke Chatham, Kent. Setelah memeluk Islam, dia melakukan perjalanan dari Inggris ke Syria pada tahun 2013 untuk bergabung dengan suami dan rekan senegaranya Junaid Hussain. Hussain sendiri terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2015.

Setelah kematian Hussain, pers Inggris mulai menyebut dirinya sebagai White Widow. Baik Hussain dan Jones dituduh mencoba merekrut ekstremis di Inggris untuk melakukan serangan. Dia masuk dalam daftar sanksi PBB yang menyertakan larangan bepergian dan membekukan aset.

Jones menggunakan akun media sosialnya untuk merekrut wanita ke ISIS dan memberikan saran praktis tentang bagaimana melakukan perjalanan ke Syria.

Dia juga mendorong individu untuk melakukan serangan ke Inggris, memberikan panduan membuat bom, dan men-share berbagai foto dirinya dengan senjata. ”Kalian semua orang Kristen perlu dipenggal dengan pisau tumpul yang bagus dan terjebak di pagar di Raqqa. Kemarilah saya akan melakukannya untuk Anda,” tulis Jones dalam salah satu postingannya.(*)

(tia/The guardian/BBC/The Telegraph/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP