Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Waspada Penipuan Modus Pengobatan Massal, Ujungnya Warga Dipungut Uang

| editor : 

Sejumlah warga Bongas Wetan Kecamatan Sumberjaya diperiksa tim kesehatan, yang berujung meminta uang Rp 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Sejumlah warga Bongas Wetan Kecamatan Sumberjaya diperiksa tim kesehatan, yang berujung meminta uang Rp 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. (Ono Cahyono/Radar Majalengka/JawaPos.com)

JawaPos.com – Warga Majalengka terutama di Desa Bongas Wetan, Sumberjaya, diresahkan dengan kegiatan pengobatan massal. Pihak penyelenggara mengundang warga di balai desa maupun tempat terbuka. Sejumlah masyarakat mengaku bingung dengan pengobatan massal tersebut. Sebab, ujungnya mereka diminta uang.

Sekdes Bongas Wetan Sutisna mengaku beberapa hari lalu ada tim medis lengkap dengan mobil ambulans datang ke balai desa dan menggelar pengobatan, cek kesehatan, dan lainnya. Namun, warga bingung karena ujung-ujungnya setiap warga dimintai uang administrasi Rp 50 ribu.

“Yang pasti mereka bukan dari Dinas Kesehatan Majalengka. Mereka datang dengan membawa armada ambulans beserta beberapa orang,” terangnya kepada Radar Majalengka (Jawa Pos Group).

Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait pengobatan keliling secara masal tersebut. Jika tidak dilayani khawatir merupakan tim kesehatan resmi yang menggelar penyuluhan dan lainnya. Namun pemdes baru melangkah ketika kegiatan tersebut ujung-ujungnya meminta uang kepada setiap warga.

Kegiatan tersebut disikapi serius Forum Majalengka Sehat (Format). Ketua Format Uju Juhara mengimbau seluruh masyarakat Majalengka mewaspadai kegiatan pengobatan secara masal dengan mengundang banyak warga, baik di tempat terbuka maupun balai desa.

Biasanya mereka awalnya menawarkan cek kesehatan secara gratis namun berujung setiap warga wajib membeli obat. Modus pengobatan ini sering terjadi di sejumlah daerah lain tidak hanya di Majalengka. Petugas medis maupun tabib mengklaim bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

“Jika datangnya tim dari pemerintahan (Dinkes) tentu ada koordinasi terlebih dahulu dengan pemdes. Baik itu kegiatan penyuluhan atau upaya preventif lainnya dalam menekan sebuah kasus yang tengah terjadi di setiap daerah,” tuturnya.

Uju mengimbau kepada seluruh masyarakat kota angin lebih waspada dan berhati-hati atau jangan terlalu percaya. Bisa saja kegiatan itu merupakan modus penjualan obat hingga bermacam-macam produk kesehatan lainnya.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP