Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

Dukung Fisipol UGM Pusat Pengembangan Pemuda Sociopreneur SOPREMA 2017

| editor : 

Direktur Kemahasiswaan Suharyadi, Direktur Pelaksana Hempri Suyatna, Asisten Deputi Kewirausahan Ponidjan, dan Wakil Dekan I Fisipol Wawan Mas’udi

Dari kiri, Direktur Kemahasiswaan UGM Dr Suharyadi, Direktur Pelaksana SOPREMA 2017 Dr Hempri Suyatna, Asisten Deputi Kewirausahan Kemenpora RI Drs Ponidjan, dan Wakil Dekan I FISIPOL UGM Dr Wawan Mas’udi. (Fisipol UGM for JawaPos.com)

JawaPos.com – Final Kompetisi, Seminar dan Expo Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2017 mulai Selasa (10/12) berakhir Kamis (12/10). Sebanyak 90 tim pemuda dari 29 provinsi di Indonesia mengikuti rangkaian kegiatan final kompetisi. Even Soprema 2017 merupakan gelaran tahun kedua setelah Youth Studies Centre (YouSure) Fakultas llmu Sosial dan Politik Universitas Gajah Mada (Fisipol UGM) 2016.

Soprema 2017 bukti menguatnya misi UGM sebagai sociopreneur university dengan Fisipol sebagai gerbong terdepan. ''Soprema 2017 merupakan tahun kedua yang didukung penuh Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) RI,'' ungkap Direktur Pelaksana Soprema 2017 Dr Hempri Suyatna sebagaimana rilis yang diterima JawaPos.com.

Soprema turut mendorong wirausahawan-wirausahawan sosial dari generasi muda. Hempri menunjukkan progress yang tidak biasa. Peserta meningkat pesat. Pada 2016 sebanyak 505 pendaftar dari 22 provinsi. Bandingkan dengan 2017 mencapai 1.148 peserta dari 30 provinsi. ''itu menunjukkan antusiasme yang tinggi,'' lanjut Hempri.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Direktur Pelaksana Soprema 2017, Asisten Deputi Kewirausahan Kemenpora RI, dan Wakil Dekan I Fisipol UGM

Dari kiri, Direktur Kemahasiswaan UGM Dr Suharyadi, Direktur Pelaksana SOPREMA 2017 Dr Hempri Suyatna, Asisten Deputi Kewirausahan Kemenpora RI Drs Ponidjan, dan Wakil Dekan I FISIPOL UGM Dr Wawan Mas (Fisipol UGM for JawaPos.com)

Pada momen itu, pihak Kemenpora RI diwakili Asisten Deputi Kewirausahan Drs Ponidjan. ''Sudah selayaknya kami menyambut baik ide dan gagasan yang diinisiasi Fisipol UGM,'' ucap Ponidjan. Jajarannya menyanangkan Oktober sebagai harinya pemuda. Pas UGM menghelat Soprema dalam rangka mengapresiasi, mendeteksi dini bakat para pemuda yang menggeluti socioentrepreneur.

Menurut Ponidjan, sociopreneur mutlak diperlukan atas kesenjangan dan masalah-masalah sosial ekonomi. ''Sociopreneur pas menyelesaikan masalah melalui wirausaha,'' tuturnya. Dia berpesan agar pemuda jangan mengalami kekosongan jiwa sosial. Dengan membentuk karakter pemuda yang gigih dan peka terhadap masalah-masalah masyarakat, nilai sosial tersebut ditanamkan dalam pemuda.

Kompetisi dan Expo Soprema 2017 diharapkan mengembangkan pemuda berkarakter sociopreneurship, berjiwa petarung, dan memiliki kegigihan serta kepekaan pada lingkungan sekitarnya. Hal itu demi menciptakan solusi atas masalah-masalah sosial ekonomi. Ponidjan menambahkan, kegiatan itu tidak semata-mata mencari uang. ''Lebih dari itu sudah selayaknya pemuda sebagai aset, generasi penerus serta agen perubahan,'' lanjutnya.

Di tempat yang sama, Direktur Kemahasiswaan UGM Dr Suharyadi mendukung penuh. Hampir setiap minggu pihaknya mendengar adanya isu tentang bonus demografi. Namun, itu hanya melihat dari jumlahnya. ''Kalau mereka tidak terlatih dan terdidik itu menjadi masalah. Namun teman-teman di YouSure, Fisipol UGM mampu membuatnya menjadi bonus dengan adanya Kompetisi dan Expo Soprema,'' terangnya.

Suharyadi menjelaskan, kegiatan itu menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membentuk mahasiswa sebagai pionir gerakan kewirausahaan sosial. Melalui kegiatan itu membentuk pemuda terdidik dan terlatih.

Hal senada dari Wakil Dekan Fisipol UGM Dr Wawan Mas’udi. Soprema menjadi satu-satunya kompetisi kewirausahaan di universitas. ''Kehadiran Soprema menegaskan posisi sebagai kampus sociopreneur university,'' timpal Wawan.

Peserta menjalani serangkaian acara sebagai bagian dari penilaian. Mereka juga melaksanakan field trip di Taman Sungai Mudal, Kulon Progo. Ada juga Expo Sociopreneur di Ghra Sabha Pramana. Expo diikuti sejumlah peserta. Di antaranya, pemenang kompetisi Soprema 2016, kompetisi sociopreneur serupa, peserta kategori start up Soprema 2017, BUMN, swasta, dan peserta umum. Total, ada 100 stand meramaikan expo. Peserta juga dibekali ilmu sociopreneur melalui workshop dan coaching clinic.

Kegiatan dipungkasi seminar “Aksi Pemuda untuk Indonesia” di Grha Sabha Pramana. Sejumlah pembicara seperti Menpora Imam Nahrawi dan Direktur BRI International Institute of Microfinance Agus Rachmadi dijadwal saling berbagai. Selain itu, Presiden Komisaris Media Kumparan Budiono Darsono dan Presiden 4.0 Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Mustofa Romdloni.

(*/dio)

Sponsored Content

loading...
 TOP