Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Nasional

BPK Pelototi Mekanisme Pengadaan Senjata oleh Polri

| editor : 

Setyo Wasisto

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto saat menjelaskan senjata milik Brimob berjenis SAGL (JawaPos.com)

JawaPos.com - Polemik senjata impor jenis SAGL milik Polri sempat mencuat ke sejumlah media. Apalagi amunisi tajam senjata itu ditahan untuk disimpan oleh TNI.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Humas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Yudi Ramdha mengatakan, mereka akan terus melakukan pengawasan dan pasti mendeteksi segala jenis pelanggaran prosedur bila hal itu terjadi di mekanisme pembelian senjata oleh Polri.

BPK kata dia, bakal menggunakan semua fakta yang ada di lapangan dalam memeriksa polemik yang kini sedang ramai diperbincangkan itu. 

"BPK memiliki kompetensi dan kemampuan untuk melihat banyak informasi dan menganalisis. Itu bagian dari substansi dan metodologi audit," kata dia di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).

Dia juga menyebut bila BPK bakal selalu memerhatikan fakta-fakta di lapangan. Apabila nanti ada kejanggalan, BPK tidak akan sungkan untuk membeberkan kepada khalayak luas.

Meski begitu, untuk saat ini Yudi belum bisa membeberkan apakah ada pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh Polri dalam pembelian senjata. 

Menurut yudi, BPK masih melakukan proses pemeriksaan segala jenis transaksi yang dilakukan pada semester pertama tahun 2017. "Jadi tunggu saja. Kalau nanti laporannya sudah ada nanti kita akan beritahu," sambung dia.

Polri sebelumnya memborong senjata dan amunisi dari Bulgaria untuk mendukung satuan Brimob dalam menjalankan tugasnya. Senjata dan amunisi tersebut ditempatkan ke dalam beberapa kargo dan diantar oleh pesawat maskapai Ukraine Air Alliance. 

Berdasarkan kargo yang tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Jumat lalu (29/9), tercatat ada 280 pucuk senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40x46 mm yang dikemas dalam 28 kotak (10 pucuk/kotak) dengan berat total 2.212 kilogram. 

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP