Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Features

Mereka Melangsungkan Akad Nikah di Ruang ICU

| editor : 

Menikah di ICU

MENIKAH DI ICU: Afif Fahri Amrullah dan Ayu Risanti Rani Safitri melangsungkan akad nikah di ICU RS Petrokimia, Gresik. Anto, ayah Ayu terbaring sakit disamping mereka. (Adi Wijaya/Jawa Pos)

Afif Fahri Amrullah dan Ayu Risanti Rani Safitri tidak pernah menyangka bakal menikah di dalam rumah sakit. Dua sejoli itu melangsungkan akad nikah di samping orang tuanya yang sedang kritis. Kebahagiaan itu berbaur dengan kesedihan.

ARIF ADI WIJAYA

SAH… Alhamdulillah…Barakallahu lakuma wa baraka ’alaik. Wajama’a bainakuma bi khair.

Seruan doa tersebut terdengar pelan dari dalam ruang intensive care unit (ICU) RS Petrokimia Gresik. Dengan momen itu, Afif Fahri Amrullah dan Ayu Risanti Rani Safitri resmi menjadi suami istri. Ya, pukul 09.00 Selasa (10/10), kedua mempelai tersebut mengadakan akad nikah di dalam ruang ICU. Tepat di samping Anto, ayah Ayu, yang sedang terbaring koma.

Khusnul Khotimah, ibunda Ayu, berbisik pelan kepada Anto setelah akad terlaksana. ”Anakmu sudah sah,” ucap Khusnul, lirih. Air mata Anto pun meleleh meski dalam kondisi setengah sadar.

Ayu hanya bisa menunduk selama doa pernikahan dipanjatkan. Dia terlihat sesenggukan. Dadanya sesak menahan air mata. Bukan hanya Ayu. Beberapa sanak saudara yang berada di luar pun ikut terharu di balik kaca ruang ICU lantai 5. Tangis bahagia mereka bercampur aduk dengan perasaan sedih. Muaranya tetap air mata.

Meski berlangsung cukup singkat, akad nikah tersebut tetap terasa sakral. Penghulu, saksi, dan para wali dari kedua pihak menuju ke luar ruangan setelah doa pernikahan selesai. Mereka menggelar tasyakuran kecil-kecilan di depan ruang ICU.

Momen bahagia itu sejatinya direncanakan berlangsung pada 13 November. Namun, kondisi Anto yang sudah dua hari koma membuat keluarga cemas. ”Jadi, semuanya dadakan,” ungkap Afif seusai akad nikah.

Pertemuan Afif dan Ayu tergolong singkat. Keduanya saling kenal dari media sosial (medsos). Afif ”iseng” mengomentari foto Ayu di Instagram. Setelah memberikan komentar, dua sejoli itu saling tukar PIN BBM (BlackBerry messenger) dan Line.

Saat itu, kondisi kesehatan Anto sudah mengalami gangguan. Sebelum Afif dan Ayu saling kenal, warga Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik, tersebut sudah sering masuk rumah sakit. Dia menderita penyakit jantung.

Setelah bertukar kontak, Afif dan Ayu mulai mengobrol melalui medsos. Tanggal 13 Mei, tepat Sabtu malam, merupakan kali pertama Afif menyapa Ayu melalui BBM dan Line. Mereka pun membuat janji untuk ngedate pada Rabu (17/5).

Afif dan Ayu semakin akrab. Hubungan keduanya bak Arjuna dan Srikandi. Pemuda asal Blora itu pun merasa mantap dengan Ayu. Dia menganggap Ayu adalah jodoh yang dicari selama ini. ”Sabtu (20/5) berencana main ke rumah (Ayu, Red) sekaligus berkenalan dengan orang tuanya,” ujarnya.

Sayangnya, rencana Afif gagal. Saat itu, Ayu bersama kedua orang tua dan saudaranya sedang rekreasi ke Malang. Afif pun sabar menunggu hingga keluarga sang kekasih tiba di rumah, Desa Pongangan, Kecamatan Manyar.

Senin (22/5), Afif mendapat kabar bahwa Anto opname. Setelah pulang kerja, Afif menjenguk ayah Ayu yang terbaring lemas di ruang paviliun RS Petrokimia. ”Itu merupakan perkenalan pertama dengan Abah dan Mama Ayu,” kata lelaki 27 tahun itu.

Sejak pertemuan itu, Afif selalu menyempatkan diri menjenguk ayah Ayu di rumah sakit. Sepekan dirawat, dokter memperbolehkan Anto pulang pada 29 Mei. Melihat kondisi Anto yang sudah membaik, Afif mulai memberanikan diri mengutarakan isi hatinya. ”Ingin minta izin mempersunting,” terangnya.

Keinginan itu disampaikan awal Juni, tepat saat Ramadan. Anto dan Khusnul pun menyambut baik niat Afif yang ingin menikahi putrinya. Saat itu juga ditentukan tanggal lamaran yang akhirnya jatuh pada 6 Juli.

Kabar baik tersebut segera diteruskan kepada keluarga. Tepat hari lamaran, keluarga Afif berbondong-bondong datang dari Blora. Mulai orang tua, sanak saudara, hingga beberapa tetangga. Total ada delapan mobil yang mengiringi lamaran tersebut.

Kedua pihak sudah sama-sama setuju. Giliran keluarga Ayu yang bertandang ke Blora pada 6 Agustus. Setelah kedua pihak bertemu, disepakati tanggal akad dan resepsi yang jatuh pada 13 November.

Namun, takdir berkata lain. Pada Sabtu (7/10), kesehatan Anto tiba-tiba menurun. Kesadaran pria 51 tahun itu hilang pada Minggu (8/10). Keluarga yang cemas segera membawa ayah tiga anak itu ke RS Petrokimia.

Senin (9/10), kondisi karyawan PT Petrokimia itu semakin kritis. Afif yang ikut menemani segera menghubungi keluarganya di Blora. Selain memberikan kabar terkait kondisi Anto, sulung di antara dua bersaudara itu meminta keluarga segera berangkat ke Gresik.

Senin siang keluarga Afif tiba di Gresik. Siang itu juga digelar rapat keluarga. Kedua pihak berkumpul. Meski 13 November sudah diperhitungkan dengan matang, masing-masing pihak setuju untuk menggelar akad secepatnya. ”Katanya kalau punya hajatan agar segera dilaksanakan,” ucap Afif, karyawan PT Petro Jordan Abadi, menirukan pesan dokter.

Ayu sempat dilema dengan keputusan itu. Namun, sulung di antara tiga bersaudara tersebut tidak bisa berbuat banyak. Meski tidak berjalan sesuai rencana, akad nikah harus segera dilaksanakan. ”Berharap bisa menjadi semangat untuk Abah agar segera sembuh,” ujar alumnus Akademi Perawat Gresik itu dengan mata berkaca-kaca.

Hingga saat akad nikah, Anto belum sadarkan diri. Slang oksigen masih menempel di wajahnya. Keluarga hanya bisa pasrah. Yang pasti, semuanya berharap yang terbaik. ”Semoga ini (pernikahan, Red) bisa jadi energi tambahan biar Abah bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” ungkap perempuan 22 tahun tersebut.

(*/c6/dos)

Sponsored Content

loading...
 TOP