Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Oktober 2017 | 05.39 WIB

Kisruh di Palangka Raya, Semeru FC Dievakuasi ke Banjarmasin

Pemain Semeru FC dievakuasi menggunakan rantis barracuda. - Image

Pemain Semeru FC dievakuasi menggunakan rantis barracuda.

JawaPos.com - Pertandingan antara Kalteng Putra dengan Persigo Semeru FC di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Minggu (8/10) sore berakhir dengan kericuhan. Bahkan tim Semeru FC dan perangkat pertandingan harus dievakuasi menggunakan kendaraan taktis (rantis) barracuda.


Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 itu berujung intimidasi ke tim Semeru FC dan perangkat pertandingan. Menurut cerita nakhoda Semeru FC Putut Widjanarko, timnya mendapatkan lembaran botol air mineral dari pendukung Kalteng Putra yang masuk ke stadion tanpa harus membayar tersebut.


Sedangkan wasit menjadi sasaran protes dari pemain serta official tim Kalteng Putra. Pihak keamanan akhirnya turun untuk mengamankan perangkat pertandingan dan tim Semeru FC. "Kami sempat tertahan kurang lebih setengah jam di dalam stadion," ungkap Putut.


Untuk menghindari amuk massa, maka aparat keamanan menggunakan rantis barracuda untuk mengangkut tim Semeru FC dan perangkat pertandingan. Bukannya kembali ke hotel, mereka justru diamankan di Polres Palangka Raya. "Sekitar satu jam kami berada di sana," aku Putut.


Semeru FC akhirnya tak kembali ke hotel. Sesuai dengan arahan dari pihak keamanan, mereka diungsikan ke Banjarmasin. "Bahkan ganti pakaian pun tak sempat. Sebab kami langsung naik bus ke Banjarmasin. Butuh empat jam perjalanan dari Palangkaraya," imbuhnya.


Tim dibagi menjadi dua rombongan. Seluruh pemain dan tim pelatih masuk dalam rombongan pertama yang berangkat naik bus ke Banjarmasin. Sedangkan Manajer Semeru FC Miko Agus Pribadi harus kembali ke hotel untuk membereskan barang-barang pemain, serta menyelesaikan administrasi.


Evakuasi ke Banjarmasin membuat Semeru FC merugi. Pasalnya mereka sudah memesan tiket pesawat untuk pulang ke Surabaya dari Palangkaraya. Sekarang tiket itu sudah tak berlaku, dan mereka harus segera mencari tiket pesawat dari Banjarmasin menuju Surabaya.


"Dari sisi teknis kami juga merugi karena masa istirahat pemain menjadi terpotong. Padahal kami harus kembali bertanding Kamis (12/10) nanti," sesal Putut. Putut berharap agar PSSI turun tangan untuk menginvestasi kekisruhan di Palangka Raya ini.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore