Jumat, 15 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Events

Gran Fondo Jawa Pos (GFJP) Suramadu 2017

Cuaca Panas Dibayar Pemandangan Cantik

| editor : 

Gran Fondo Jawa Pos (GFJP) Suramadu 2017

MEMIKAT: Cyclist Surabaya Road Bike Community (SRBC) melintasi area wisata pertambangan batu kapur Bukit Jaddih di Kecamatan Socah, Bangkalan, dalam tes rute Gran Fondo Jawa Pos (GFJP) Suramadu 2017 (Galih Cokro/Jawa Pos)

JawaPos.com- Persiapan Gran Fondo Jawa Pos (GFJP) Suramadu 2017 memasuki tahap akhir. Sabtu (7/10) tim panitia dan 25 perwakilan road captain dari Surabaya Road Bike Community (SRBC) melakukan cek rute secara keseluruhan sejauh 157 kilometer dari Surabaya–Bangkalan–Surabaya.

Tujuan tes rute itu adalah memastikan kesiapan event yang dihelat pada 14 Oktober tersebut. Rombongan melakukan start dari Kenjeran Park Surabaya pada pukul 06.20 WIB. Dengan pengawalan polisi dari Polda Jatim, mereka langsung menuju pit stop pertama di lapangan sepak bola Laboratorium Induk Senjata (Labinsen) TNI-AL di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Bangkalan.

’’Kontur jalan bagus. Hanya ada beberapa jalan berlubang dan macet di area pasar. Itu menjadi PR panitia jelang hari H,’’ ucap Sun Hin Tjendra, salah seorang road captain.

Sepanjang 53 kilometer pertama itu, mayoritas rute berupa jalanan flat. Namun, ada juga beberapa rute rolling berupa naik turun ringan. Termasuk melintasi jembatan terpanjang di Indonesia, Jembatan Suramadu.

Teriknya cuaca Pulau Madura dan angin yang cukup kencang menjadi tantangan tersendiri bagi 1.300-an peserta yang akan ambil bagian di GFJP Suramadu 2017. Cuaca Pulau Madura 33–40 derajat Celsius.

Namun, semua itu bakal terbayar lunas dengan pemandangan-pemandangan indah dan unik yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan. Selain menikmati sensasi bersepeda menyeberangi Jembatan Suramadu dua kali, cyclist bakal merasakan embusan angin plus pemandangan pesisir pantai di beberapa titik.

Salah satu pemandangan menarik setelah pit stop satu adalah melewati kawasan Pelabuhan Kamal yang merupakan area penghancuran kapal menjadi besi tua.

Selain itu, pada pit stop kedua, peserta menyambangi area wisata pertambangan batu kapur Bukit Jaddih di Kecamatan Socah, Bangkalan. Di sana, para cyclist juga akan menikmati istirahat makan siang selama satu jam sebelum kembali gowes menuju titik finis di Kenjeran Park.

Mayoritas rute memang flat. Namun, dengan bumbu rolling dan beberapa jalan pedesaan yang cukup sempit, tidak berarti rute tersebut mudah ditaklukkan begitu saja. ’’Kelihatannya memang ringan, tapi sebenarnya tidak juga. Maka dari itu, kami harap seluruh peserta nanti tidak ada yang keluar dari rombongan besar. Harus terus bersama-sama. Karena kalau tertinggal, akan sulit untuk kembali masuk rombongan besar,’’ kata Cipto S. Kurniawan, salah seorang road captain.

Rombongan road captain yang melakukan tes rute melahap rute sejauh 157 kilometer dengan rata-rata kecepatan 30,4 kilometer per jam. Untuk hari H acara mendatang, kecepatan rata-rata rombongan besar adalah 26 kilometer per jam.

(irr/nic/c19/nur)

Sponsored Content

loading...
 TOP