Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Features

Jadi Kakek 70 Tahun, Bocah SD Asal Tegal Juara 1 Pantomim Nasional

| editor : 

Mohammad Lutfi juara 1 lomba Pantomim tingkat Nasional.

Mohammad Lutfi juara 1 lomba Pantomim tingkat Nasional. (YouTube)

JawaPos.com - Mohammad Lutfi berhasil mengharumkan nama SDN Demangharjo 1, Kabupaten Tegal. Dia telah berhasil meraih juara 1 lomba Pantomim tingkat Nasional. Berikut laporan wartawan Radar Tegal (Jawa Pos Group) Yerry Novel.

Siapa sangka, seorang pelajar di wilayah pinggiran berhasil mengharumkan nama Kabupaten Tegal dikancah Nasional. Dia adalah Mohammad Lutfi, siswa kelas VI SDN Demangharjo 1 Kecamatan Warureja. Hanya berbekal tekad dan niat, anak ke-5 dari 5 bersaudara dari pasangan Masrusi dan Mar'ah ini berhasil meraih Juara 1 Lomba Pantomim tingkat Nasional.

Pantomim dalam rangka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ini dihelat di Hotel Arcadia Surabaya pada 24-30 September 2017 lalu. Tidak tanggung-tanggung, dalam festival itu, panitia menghadirkan artis pantomim Septian Dwi Cahyo sebagai dewan juri.

Mohammad Lutfi (tengah) didampingi Kepala SDN Demangharjo 1, Sodikha dan gurunya saat menunjukkan piala juara 1 lomba Pantomim tingkat Nasional, Rabu (4/10).

Mohammad Lutfi (tengah) didampingi Kepala SDN Demangharjo 1, Sodikha dan gurunya saat menunjukkan piala juara 1 lomba Pantomim tingkat Nasional, Rabu (4/10). (Yerry Novel/Radar Tegal/JawaPos.com)

Kendati agak grogi karena dinilai langsung oleh pantomer idolanya, tapi Mohammad Lutfi berhasil sukses menyedot perhatiannya. Dengan mengambil tema Simbah Kangen Cucu, Lutfi menampilkan beberapa adegan pantomim yang membuat para dewan juri takjub.

Betapa tidak, walau usianya belum genap 12 tahun, tapi Lutfi berhasil memperagakan karakter layaknya seorang kakek berusia 70 tahunan. Padahal, Lutfi baru mempelajari ilusi gaya terhadap tubuh itu sekitar 6 bulan silam. Dia dibina oleh seorang pantomer local, yakni Muhammad Faizal pemilik teater Gemblong di Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah.

"Lutfi mulai belajar pantomim sekitar awal Maret 2017. Itu pun kami seleksi dengan siswa lainnya untuk mengikuti FLS2N di tingkat kecamatan," kata Kepala SDN Demangharjo 1 Sodikha, saat ditemui di sekolahnya Rabu (4/10).

Sodikha menuturkan, ketika mengikuti lomba di tingkat kecamatan, Lutfi berhasil meraih juara 1. Lalu dilanjutkan di tingkat kabupaten, Lutfi yang berdomisili di RT 8 RW 1 Desa Demangharjo juga meraih juara 1. Praktis, Lutfi dinobatkan untuk mewakili Kabupaten Tegal melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Di tingkat provinsi, lagi-lagi Lutfi meraih juara 1.

"Akhirnya Lutfi diamanatkan untuk mewakili provinsi menuju ke tingkat nasional. Dan kini, Lutfi berhasil meraih juara 1 tingkat nasional," ujarnya.

Menurut Sodikha yang juga sebagai produser Lutfi, anak didiknya itu memang beda dengan siswa lainnya. Lutfi lebih cepat menangkap materi yang diberikan oleh pembinanya. Selain menghadirkan pembina dari luar, Sodikha mengaku juga melibatkan dua orang sebagai make over, yakni Siti Mahufuroh dan Angga Tri Sutiawan sebagai penata musik.

"Saya sangat bangga memiliki siswa yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Tegal di tingkat Nasional," ucapnya berulang-ulang.

Sementara, Lutfi saat ditanya seputar keahliannya dalam berpantomim, dia tidak bicara banyak. Dia justru bingung kenapa dirinya bisa berimajinasi dengan gaya tubuh layaknya seorang kakek saat babak final. Dirinya tak menampik, semua itu memang berkat latihan yang dilakukan setiap hari bersama pembinanya.

"Saya mengenal pantomim baru sekitar enam bulan. Itu saja dilatih oleh Mas Faiz (sapaan akrab Muhammad Faizal). Sebelumnya saya tidak tahu yang namanya pantomim," kata Lutfi lugu.

Walau baru mengenal pantomim, tapi Lutfi mengaku bercita-cita ingin menjadi pantomer terkenal seperti Septian Dwi Cahyo. Dia bahkan ingin bertemu lagi dan menempa ilmu lebih dalam terhadap artis pantomim itu. "Pengin ketemu Septian lagi," ujar Lutfi seraya tersenyum malu.

(yuz/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP