Selasa, 23 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

200 Meter dari Kota Tua, Lokbin Jalan Cengkeh Wadahi 456 PKL

| editor : 

Gedung Kerta Niaga, Kota Tua.

Gedung Kerta Niaga, Kota Tua. (Yesika Dinta/Jawapos.com)

JawaPos.com - Kawasan Kota Tua di Jalan Cengkeh menjadi lokasi revitalisasi yakni Gedung Kerta Niaga dan Lokasi Binaan (Lokbin) Taman Kota Intan. Keduanya merupakan tempat wisata belanja dan kuliner yang telah dirapikan sehingga nyaman dikunjungi.

Namun, yang menjadi fokus utama adalah Lokbin Jalan Cengkeh yang letaknya sekitar 200 meter dari Museum Fatihillah. Sebab, pusat wisata tersebut menampung pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berantakan berada di jalanan sekitar Kota Tua.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dalam sambutannya menyampaikan, Lokasi Binaan ini harus memberikan nilai manfaat terhadap pelaku ekonomi, termasuk para PKL dan pemberdayaan ekonomi lemah lainnya.

Dia ingin, agar para pedagang dapat menyajikan makanan yang sehat, lezat, bersih dengan harga yang terjangkau. Dengan demikian maka Lokbin akan ramai pengunjung.

"Untuk saudara-saudara yang dapat lokasi di Lokbin, nasib anda ada di tangan sendiri bagaimana jualan kalian enak, bersih, harga terjangkau, bisalah akan ramai," ujarnya saat di lokasi, Kamis (5/10).

Para pedagang hanya perlu membayar 4.000 rupiah setiap hari. Lokasi Binaan PKL ini juga terintegrasi dengan lahan parkir yang dapat menampung 150 mobil dan 400 motor, sehingga meningkatkan kenyamanan bagi para wisatawan dan dapat mendongkrang jumlah pengunjung Kawasan Kota Tua.

Kepada pengelola, lanjut Djarot, agar melakukan kontrol terhadap makanan yang disajikan, agar terjaga kebersihannya dan tidak ada makanan yang membahayakan masyarakat atau konsumen.

"Jangan sampai ada pangan yang mengandung formalin, borak, perwarna tekstil serta zat-zat kimia berbahaya lainnya," sebut dia.

Untuk diketahui, terdapat 456 kios yang tersedia bagi para pedagang kaki lima, yang terdiri atas 128 kios untuk pedagang kuliner dan 328 kios untuk pedagang non kuliner. Pengerjaan Lokasi Binaan ini dilakukan sejak bulan November 2016 hingga akhirnya dapat diresmikan pada 5 Oktober 2017.

(cr3/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP