JawaPos Radar

Alat Kontrasepsi Manakah yang Paling Efektif Cegah Kehamilan?

04/10/2017, 14:15 WIB | Editor: Ilham Safutra
Alat Kontrasepsi
Ragam Alat Kontrasepsi (Dokumentasi Prof.Dr. Biran Affandi, SpOG(K), FAMM)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah pasangan memiliki alasan untuk menunda kehamilan. Salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi. Bicara kontrasepsi kini tak tabu lagi di tengah keluarga muda atau pasagan suami istri. Lalu apa alat kontrasepsi yang paling efektif mencegah kehamilan?

Di dalam pola perencanaan keluarga, terdapat tiga fase. Di antaranya fase menunda kehamilan, fase menjarangkam kehamilan, dan fase tak hamil lagi. Fase menunda kehamilan di antaranya bisa digunakan dengan pil KB, IUD, suntikan, dan implant. Alat serupa juga dilakukan untuk fase menjarangkan kehamilan. Sedangkan fase tidak hamil lagi bisa dengan steril, IUD, implant, dan suntikan.

"Paling super efektif yaitu implant, steril dan lainnya. Cukup efektif yaitu pil, vaginal ring, dan suntik. Sedangkan efektif paling rendah misalnya penggunaan kondom dan masa subur. Apalagi kalau kondomnya bocor," ujar Guru Besar Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. Biran Affandi, SpOG(K), FAMM dalam diskusi bersama Bayer, Selasa (3/10).

Alat Kontrasepsi
Ilustrasi (Pixabay.com)

Menurutnya, seorang perempuan telah dapat melahirkan segera setelah dia mendapat haid yang pertama (menarche). Kesuburan seorang perempuan akan terus
berlangsung, sampai mati haid (menopause). Kehamilan dan kelahiran yang terbaik atau risiko paling rendah untuk ibu dan anak, adalah antara 20-35 tahun.

"Persalinan pertama dan kedua paling rendah risikonya yaitu jarak antara dua kelahiran sebaiknya 2-4 tahun," ujar Biran.

Bicara alat kontrasepsi darurat, Biran mengungkapkan ada dua caranya. Kontrasepsi darurat dapat mencegah kehamilan setelah berhubungan tanpa perlindungan alat kontrasepsi. Ada dua jenis kontrasepsi darurat, yang umumnya digunakan adalah pil kontrasepsi darurat dan IUD.

1. IUD
Alat kontrasepsi darurat ini dipakai 7x24 jam setelah lakukan hubungan seksual yang dilakukan tanpa alat kontrasepsi.

"Misalnya suami usai dari luar kota, pulang lalu kangen sama istri kemudian berhubungan seksual tapi lupa pakai alat kontrasepsi. Maka IUD bisa langsung dipakai," kata Biran.

2. Pil Kontrasepsi Darurat
Diminum sebelum 5x24 jam, setelah berhubungan seksual. Jika menimbulkan efek mual, maka bisa ditambah dengan obat antimual.

"Karena sekali minum bisa beberapa tablet. Efeknya ada yang bikin eneg atau mual. Tapi efek samping lain tak ada apa-apa, ya efeknya jadi tidak hamil," ujarnya.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up