Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
Lifestyle

Hari Batik Nasional Jadi Trending Topik

| editor : 

Hari Batik Nasional

Batik Tarakan (Sofyansyah/Radar Bogor/JawaPos.com)

JawaPos.com - Peringatan Hari Batik Nasional 2017 disambut meriah warga Indonesia. Tidak hanya di dunia nyata, aktivitas digital pun membicarakan hal tersebut.

Bahkan di jejaring sosial, Twitter tweet Selamat Hari Batik Nasional menjadi trending topic saat ini.

Berikut sejumlah kicauan warganet soal Selamat Hari Batik Nasional;

"Selamat Hari Senin dan Selamat Hari Batik Nasional!" tulis @melodyJKT48.

"Indonesia kaya akan batik. Hampir seluruh nusantara memiliki khas batik. Mari bangga pakai batik. Selamat Hari Batik Nasional," ungkap @Batik_Day.

Hari Batik Nasional

Sejumlah pekerja sedang membuat motif batik dari berbagai ikon Bogor (Sofyansyah/Radar Bogor)

"Batik gaya fashion khas nusantara, beda daerah beda pula coraknya. Ini cermin bahwa kita benar-benar bhinneka," komentar @DediMulyadi71.

"Selamat Hari Batik Nasional, bro dan sis! Apapun motif & warna batikmu pakailah dengan rasa bangga. Ragam warna menjadi kekuatan kita," tweet @psi_id.

"Selamat Hari Batik Nasional! Tebak-tebakan di #HariBatikNasional yuk, ada berapa jumlah Batik asli Indonesia?," tulis @Google_IDN.

Seperti diketahui, sejarah panjang akhirnya mengantarkan batik diakui organisasi dunia Unesco sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009. Karena itulah, sejak saat itu, Indonesia memperingati hari batik nasional setiap 2 Oktober, atau hari ini, Senin (2/10). Setiap sekolah, kelembagaan, dan perusahaan mewajibkan penggunaan pakaian batik satu hari dalam sepekan.

Sebetulnya proses meraih pengakuan itu bukan hal yang mudah. Semula perjuangan diawali karena perlawanan Indonesia karena tidak mau batik diklaim oleh negera tetangga Malaysia.

Karena itu sejak tahun 2008, pemerintah Indonesia mendaftarkan batik ke dalam deretan representatif budaya tak benda warisan manusia Unesco atau Representative List of Intangible Cultural Heritage-Unesco. Kemudian diterima resmi oleh Unesco pada 9 Januari 2009 untuk diproses. Barulah pada 2 Oktober 2009 Unesco mengakui batik.

(ded/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP