Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Jonan Akan Moratorium Pembangunan PLTU di Pulau Jawa

| editor : 

Menteri ESDM Ignasius Jonan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memutuskan menghentikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Pulau Jawa. Alasannya, saat ini jumlah PLTU di Jawa begitu banyak namun tak seimbang dengan keberadaan sumur gasnya.

Mantan Menteri Perhubungan ini untuk sementara waktu menolak pengajuan izin pembangunan PLTU.

"Kita bikin supaya di Jawa tidak nambah PLTU lagi. Karena populasi PLTU nya paling banyak. Pulau Jawa luas daratannya itu seperti California, tapi PLTU nya paling banyak," ujarnya di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (26/9).

Tidak hanya PLTU, Jonan juga tidak akan memberikan izin pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di mulut sumur. Larangan itu dilakukan dalam rangka memberi listrik dengan harga murah.

"Kita melarang pembangunan PLTG atau PLTMG yang tidak di wellhead, kenapa? Supaya lebih murah. Tidak usah bingung lagi pasang pipa, cari temannya. Nggak usah. Untuk pulau yang ada pembangunannya itu kita minta di minemouth. Makanya kabel laut Sumatera Jawa tetap dijalankan, tapi bukan HVDC," terangnya.

Sementara itu, Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir menjelaskan maksud dari pernyataan Jonan. Penolakan pemberian izin dalam pembangunan PLTU karena hingga 2023 mendatang pembangunan itu akan terus dilakukan.

Jika diberikan izin terus, maka jumlah PLTU ini akan semakin masif. Diperkirakan, moratorium pembangunan PLTU baru akan dihentikan pada 2025 mendatang.

"PLTU ini kan jadi terus nih sampai 2023 nih, kalau RUPTL kan 2019 - 2024. Maksud pak Jonan sampai 2024 itu gak ada lagi tambahan. PPA baru gak ada. Kalaupun ada lagi mungkin di tahun periode selanjutnya, mungkin di 2025 misalnya," pungkasnya (cr4/Hana)

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP