Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Merkel Mulai Rancang Koalisi

| editor : 

Angela Merkel, Kanselir Jerman

KURANG SOLID: Angela Merkel menang lagi, tetapi perolehan suaranya tidak sebesar periode sebelumnya. (FABRIZIO BENSCH/REUTERS)

JawaPos.com – Angela Merkel sukses bertahan sebagai kanselir Jerman. Hasil pemilihan umum (pemilu) Minggu (24/9) memberikan kemenangan bagi partainya, Christian Democratic Union (CDU), dan koalisinya, Christian Social Union (CSU). Kendati demikian, hasil pemilu itu merupakan yang terburuk bagi CDU/CSU sejak 1949.

Dalam jumpa pers pertama pasca kemenangan CDU/CSU, Merkel mengatakan bahwa sebenarnya dirinya mengharapkan hasil yang lebih baik. Meski hanya mendapat sekitar 33,5 persen dukungan, CDU/CSU tetap menjadi suara mayoritas di parlemen Jerman alias Bundestag. CDU/CSU berhak atas 246 kursi di parlemen.

’’Kita mendapatkan mandat dari rakyat untuk membentuk pemerintahan baru. Dan, tidak akan ada pemerintahan yang terbentuk tanpa melibatkan kita,’’ ungkap Merkel di hadapan para pendukungnya. Perempuan 63 tahun itu siap melanjutkan kepemimpinan selama empat tahun lagi. Sejauh ini, Merkel sudah menduduki kursi kanselir selama 12 tahun.

Minggu malam Merkel mengaku bersyukur telah melewatkan empat tahun terakhir pemerintahannya dengan baik. Jika dibandingkan dengan dua periode sebelumnya, menurut dia, periode ketiga yang baru berakhir tahun ini tersebut merupakan yang paling sulit. Terutama pasca kebijakan pro pengungsi yang dia terapkan pada 2015. Kini dia siap memperbaiki seluruh kebijakannya tersebut.

’’Saat ini kita sedang dihadapkan pada badai hubungan internasional. Tapi, saya yakin kita bisa mewujudkan Jerman yang stabil di tengah dunia yang bergolak,’’ tegas Merkel. Demi mewujudkan kestabilan tersebut, pemerintahan baru harus berfokus pada sektor ekonomi dan keamanan. Bukan hanya perekonomian dan keamanan dalam negeri, melainkan juga regional Uni Eropa (UE) setelah British Exit (Brexit) nanti.

Setelah berhasil mengamankan kursi kanselir dan menjadi suara mayoritas Bundestag, kini CDU/CSU harus membentuk pemerintahan. Karena hanya mendapat 246 kursi dari total 709 anggota Bundestag kali ini, CDU/CSU harus berkoalisi dengan partai lain demi membentuk pemerintahan baru. Dia optimistis pemerintahan baru sudah terbentuk pada Natal tahun ini.

Jika biasanya CDU/CSU berkoalisi dengan Social Democratic Party (Sozialdemokratische Partei Deutschlands atau SPD), itu tidak akan terjadi sekarang. Hasil pemilu Minggu tidak berpihak pada SPD. Partai yang dipimpin Martin Schulz itu kalah. Dengan perolehan suara sekitar 21 persen, SPD berhak atas 153 kursi Bundestag. Schulz pun gagal menggusur dominasi Merkel.

Di hadapan para pendukung SPD, Schulz menegaskan bahwa partainya tidak akan lagi berkoalisi dengan CDU/CSU dalam membentuk pemerintahan. Sikap SPD tersebut membuat Merkel harus mencari mitra pemerintahan yang baru. Mau tak mau, CDU/CSU melirik Alternative for Germany (AfD).

Dalam pemilu Minggu, partai berhaluan kiri itu menempati urutan ketiga dengan perolehan dukungan lebih dari 13 persen. Untuk kali pertama, AfD mendapat kursi di Bundestag. Jumlahnya diperkirakan 94 kursi.

Terkait dengan potensi berkoalisi dengan CDU/CSU sebagai partai pemerintah, suara AfD terbelah. Kemarin (25/9) Frauke Petry mengundurkan diri dari jabatan chairwoman karena tidak sepaham dengan Ketua AfD Alexander Gauland tentang masa depan partainya. ’’Ada perpecahan dalam tubuh AfD karena perbedaan prinsip. Dan, sebaiknya publik tahu,’’ kata Petry seraya meninggalkan Gauland dalam jumpa pers. (*)

(AP/Reuters/CNN/BBC/hep/c19/any)

Sponsored Content

loading...
 TOP