Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Gunakan APBN, DPR Minta Pembangunan LRT Harus Tepat Sasaran

| editor : 

LRT

Proyek Light Rapid Transit (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Primus Yustisio mengkritisi pembangunan Light Rapid Transit (LRT). Menurutnya, pembangunan LRT haruslah tepat sasaran, yakni harus dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Apalagi, pembangunan LRT menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2017, anggaran untuk LRT dipatok sebesar Rp 2 triliun.

Namun, dalam RAPBN 2018, Kementerian BUMN meminta penambahan anggaran menjadi Rp 3,6 triliun. Pengajuan itu pun saat ini masih terus dibahas.

"Karena LRT pakai PMN, saya lihat ini harus tepat sasaran. Jangan bangun tapi penghuninya tidak ada. Seperti cibubur itu tepat sasaran," ujarnya di Ruang Banggar, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/9).

Lebih lanjut, dia meminta kedepannya kepada Kementerian BUMN agar pembangunan LRT di prioritaskan dekat dengan daerah penyangga. Hal itu tentu akan membantu pemerintah dalam mendorong masyarakat dalam menggunakan transportasi massal.

"Daerah penyangga harus diutamakan. Contoh, saya tinggal di Bintaro, yang kalau ke pusat kota (Jakarta) cuman 8 km tapi butuh 1,5 jam. Kedepan ya ini mungkin bisa dijadikan pertimbangan," tutupnya. 

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP