Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Kepala BKF: Penurunan Bunga Acuan Tak Serta Merta Dirasakan Dampaknya

| editor : 

Kantor Bank Indonesia

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dari 4,5 persen menjadi 4,25 persen. Penurunan itu juga sudah dilakukan pada bulan sebelumnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil mengatakan, penurunan suku bunga acuan diharapkan juga dapat diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan.

Sebab, hal itu akan mendorong peningkatan investasi maupun untuk sektor konsumsi.

"Secara umum turunnya bunga acuan kita harapkan akan diikuti oleh suku bunga perbankan, karena kalau suku bunga perbankannya turun maka investasi akan naik," ujarnya di komplek DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/9).

"Tapi biasanya suku bunga perbankan itu biasanya bukan cuma diambil sama yang mau investasi kadang-kadang yang mau konsumsi pun bisa ambil, kan kredit itu ada untuk investasi, ada kredit untuk konsumsi," sambungnya.

Sayangnya, penurunan suku bunga perbankan khususnya kredit, tidak serta merta dampaknya bisa dinikmati begitu saja. Trend-nya, suku bunga kredit baru bisa turun setelah 3 bulan pengumuman.

Yang jelas, Suahasil berharap penurunan suku bunga acuan dalam menstimulus perekonomian dalam negeri.

"Kalau kita lihat kasus di Indonesia biasanya itu butuh waktu. Kita lihat deh nanti progressnya gimana, tapi yang jelas penurunan bunga merupakan signal positif terhadap perekonomian," pungkasnya.

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP