Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Megahnya Parade Islam New York 'Dobrak' Dinding Trump

| editor : 

Parade Islam

United American Muslim Day Parade di New York. (Dokumentasi Imam Besar Masjid New York, Syamsi Ali)

JawaPos.com - Suasana toleransi dan saling menghargai begitu kental dalam parade islam tahunan di New York, Amerika Serikat. Parade ini merupakan ajang tahunan ke-32 sejak 1985 lalu. Pada momentum kali ini menjadi bukti bahwa parade islam dapat menjadi pemersatu dan antitesis dari isu kebijakan rasisme di AS sejak kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Trump dikenal dengan kebijakannya yang membangun dinding atau batas bagi para imigran di perbatasan Meksiko. Trump juga sempat disorot dunia karena isu rasisme yang digulirkannya.

"Alhamdulillah hari ini telah berlangsung parade Islam tahunan di kota New York. Tema parade Islam yang dikenal dengan United American Muslim Day Parade ini adalah "Building Bridges" (membangun jembatan)," kata Imam Besar Masjid New York, Syamsi Ali kepada JawaPos.com, Senin (25/9).

Parade Islam

United American Muslim Day Parade di New York. (Dokumentasi Imam Besar Masjid New York, Syamsi Ali)

Syamsi mengungkapkan, momen ini sebagai antitesis dari kebijakan-kebijakan Trump yang dinilai memecah belah dan rasis. Trump identik dengan slogannya "Building Walls" atau membangun dinding. Parade ini bisa mendobrak suasana itu menjadi rasa saling menghargai.

Uniknya lagi, parade tahun ini juga mendedikasikan parade sebagai solidaritas penuh untuk Rohingya. "Sehingga Grand Marshal yang dipilih adalah seorang aktivis dari komunitas Rohingya, Mouhiddin Yousuf," ungkap Syamsi.

Toleransi semakin terbangun karena ajang ini dihadiri oleh banyak masyarakat non-Muslim. Hal itu sebagai bukti bahwa umat Islam tidak sendirian dalam menghadapi tantangan-tantangannya.

"Maka salah seorang Honorary Grand Marshal atau Grand Marshal kehormatan adalah Rabbi Marc Schenier, seorang pemimpin Yahudi yang berpengaruh di kota New York," ungkapnya.

Imam Besar Masjid New York, Syamsi Ali sudah sejak tahun 1998 menjadi ketua parade momen tersebut. Momen ini menjadi pesan bagi masyarakat dunia untuk bisa hidup berdampingan tanpa memandang suku agama dan budaya. 

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP