Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Finance

Duit Rp 35 Miliar APBD Kabupaten Ini Hilang di BTN?

| editor : 

BTN

ilustrasi Bank Tabungan Negara (BTN) (istiemewa)

JawaPos.com - Bank Tabungan Negara (BTN) Pondok Pinang, Jakarta mendadak menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten Katingan, Kalimantan tengah (Kalteng).

Hal ini terkait tak jelasnya uang deposito milik Pemkab Katingan yang disimpan di BTN sejak tahun 2014 lalu. 

Kasus ini menuai sorotan dari jajaran DPRD Katingan yang mencurigai APBD Katingan senilai Rp 35 miliar (dari nilai awal Rp 100 M) yang didepositokan di BTN tersebut, dipermainkan oleh kedua belah pihak.

“Baik pihak bank itu sendiri maupun oknum di Pemerintahan Kabupaten Katingan,” kata Ketua DPRD Kabupaten Katingan, Ignatius Mantir L Nussa kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Sabtu (23/9).

Untuk itu, Ignatius meminta kepada pihak kepolisian maupun kejaksaan yang menangani masalah ini, supaya bisa menuntaskan kasus hilangnya uang itu hingga tuntas dan menjerat para pelaku yang berani mempermainkan uang rakyat tersebut.

“Kasus ini harus jelas dan diproses secara hukum sesuai peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga bisa menjawab, apa yang sebenarnya terjadi dengan uang di BTN itu,” tegas politikus PDI Perjuangan ini.

Selain menyerahkan kepada penegak hukum, DPRD juga akan bergerak sendiri untuk menelusuri dan mencari masalah uang tersebut. 

Sebab, menurut Mantir, dewan tidak mau tahu, apapun yang terjadi uang yang disimpan sebanyak Rp 35 Miliar dari awalnya Rp 100 Miliar itu, harus dikembalikan ke kas daerah.

“Kita (DPRD) juga berencana setelah kunjungan kerja nanti, akan menggelar rapat bersama rekan-rekan anggota dewan. Apakah kita harus membentuk pansus atau seperti apa untuk menelusuri hal ini,” ujarnya.

Dia berharap nanti masing-masing anggota DPRD Kabupaten Katingan termasuk di dalam fraksi-fraksi, jika memang dibentuk pansus bisa mendukung langkah tersebut. 

Karena hal ini, ujar Mantir, semata-mata merupakan langkah DPRD untuk menelusuri masalah ini. “Faktanya sampai sekarang tidak jelas apa sebenarnya yang terjadi. Jadi ini yang kita lakukan dalam waktu dekat nanti,” pungkasnya.

(dms/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP