Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Cara Beda Anak-Anak Meriahkan Tahun Baru Islam

| editor : 

Anak-anak di Rumah Amalia meriahkan tahun baru hijria

Anak-anak di Rumah Amalia meriahkan tahun baru hijria (Istimewa/dok Rumah Amalia)

JawaPos.com - Tahun baru selalu disambut dengan suka cita. Apalagi tahun baru Islam sejatinya dirayakan dengan meriah di mana mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

Jika pawai obor digelar untuk menyambut tahun baru Hijriah barangkali sudah hal umum dilakukan di sejumlah daerah. Karena itu, anak-anak di Rumah Amalia, komplek Peruri, Ciledug, Tangerang, Banten. memiliki cara yang beda untuk menyambutnya.

Anak-anak di sana menyambut tahun baru Islam dengan RASYA (Rumah Amalia Sambut Hijriah). Caranya dengan unjuk bakat dalam pentas seni dan budaya, penampilan band Al Eehya, Tausiyah dan penampilan artis Arie Dwi Andika. Tak hanya itu juga, acara ini juga menampilkan pembacaan puisi dari anak-anak.

Ketua Yayasan Rumah Amalia Muhamad Agus Syafii menyebutkan ada tiga makna utama dari momentrum hijrah hidup menjadi lebih baik yang diajarkan Rasulullah SAW. Ajaran itu dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini.

"Marilah di awal tahun baru ini agar memulai hidup baru dengan paradigma yang baru sesuai dengan makna hijrah hidup menjadi lebih baik," kata Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (24/9).

Pertama, memaknai hijrah Rasulullah sebagai Hijrah Insaniyyah yakni sebagai transformasi nilai-nilai kemanusiaan. Islam telah meletakkan sebuah pondasi tata nilai kemanusiaan.

Kemudian, cara lain memaknai momentum hijrah ini sebagai Hijrah Tsaqafiyyah, yaitu hijrah kebudayaan. Hijrah dari kebudayaan jahiliyyah menuju kebudayaan madaniyah. Kebudayaan yang sarat dengan makna dan kemuliaan sebagaimana diperlihatkan oleh Rasulullah dalam tata krama keseharian.

Cara lain memaknai hijrah yakni dengan Hijrah Islamiyyah, yaitu peralihan kepasrahan kepada Allah secara total. Momentum hijrah ini harus dimaknai sebagai upaya peralihan diri menuju kepasrahan total kepada Allah Yang Maha Kuasa.

"Karena itu kami mengaplikasikannya dengan penampilan anak-anak agar lebih mudah dipahami dan diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari sesuai makna hijrah itu sendiri," tandasnya.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP