Selasa, 17 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Ini Efek Positif Deal Pertamina dan PLN Dari Jambaran-Tiung Biru

| editor : 

Jambaran-Tiung Biru, gas Bojonegoro

Ilustrasi infrastruktur gas (RAKA DENNY/JAWA POS)

JawaPos.com – PT Pertamina (Persero) dan PLN sudah menyepakati kesepakatan harga gas dari Jambaran-Tiung Biru, Bojonegoro. Sebab, kesepakatan itu memiliki dampak ekonomi yang luar biasa. Pasokan gas dari Jambaran-Tiung Biru vital untuk memenuhi kebutuhan gas di Indonesia, terutama listrik dan industri di Jawa.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institue Komaidi Notonegoro mengatakan, efek ekonomi yang terasa bermacam-macam. Selain soal pasokan listrik, sektor tenaga kerja hingga industri akan terasa. ’’Kesepakatan yang sangat strategis dan positif. Banyak mulitiplier effect sektor ekonomi,” kata Komaidi, Sabtu (23/9).

Lebih lanjut dia menjelaskan, industri di Jawa Timur akan terus tumbuh. Belum lagi listrik yang interkoneksi, sehingga hasil pembangkit di Jatim bisa untuk Jawa Tengah dan Bali. ’’Listrik juga akan menggerakkan sektor lainnya. Sektor pertanian misalnya, akan memberi nilai tambah industri pupuk dan petrokimia,” imbuhnya.

Komaidi juga meyakini, Jambaran-Tiung Biru bisa mempercepat utilisasi pipa gas Gresik-Semarang. Sehingga, pemanfaatan gas bisa diperluas. Diharapkan, proyek-proyek yang sempat tetunda dan keekonomiannya diragukan, semua bisa berjalan satu per satu.

Khusus sektor industri, Jambaran-Tiung Biru menjadi solusi pemenuhan kebutuhan pasokan gas. Benar bahwa saat ini LNG sedang melimpah, karena kilang minyak di beberapa negara, seperti Qatar, Australia, dan Papua Nugini sedang banyak. Tetapi Komaidi mengingatkan, bahwa industri tidak boleh berpikir terlalu mikro dan jangka pendek.

“Gas yang sedang banyak ini hanya bertahan hingga 2018. Padahal, industri harus berpikir hingga 2025-2030. Artinya, industri pun membutuhkan pasokan gas dari Jambaran-Tiung Biru,” kata dia.

Tidak kalah penting, adalah penyerapan tenaga kerja yang sangat luar biasa. Karena dengan pertumbuhan yang terus meningkat, industri juga semakin membutuhkan banyak tenaga kerja. Tidak yang terkait langsung, namun  juga industri penunjang, seperti pipa hingga makanan.

Tidak hanya industri primer. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun, diyakini bisa terimbas positif operasional lapangan Jambaran-Tiung Biru. Untuk itu Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Erik Hidayat, melihat bahwa proyek itu sangat positif bagi masyarakat, tidak terkecuali pengusaha kecil, yang notabene kontribusi besar dalam perekonomian nasional.

“Harus dong. Karena efeknya ke masyarakat bawah. Terdapat 56 juta mikro bisnis, dengan 60 persen di antaranya adalah kuliner, termasuk warung, tukang kue, dan makanan kaki lima. Mereka harus terkena dampak positif kerja sama antara PLN dan Pertamina itu,” kata Erik.  

Jika itu terjadi, kata dia, diharapkan bisa memperkuat daya saing UMKM, yang pada ujungnya akan berimbas positif bagi perekonomian daerah dan nasional. Selain itu, kata dia, diharapkan pula bisa mendukung 24 kementerian yang selama ini memiliki program masing-masing dalam pengembangan UMKM.

“Kita semua banyak membantu. Sudah kewajiban bagi semua lembaga bahkan BUMN untuk memajukan UMKM,” kata Erik.

(dim/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP