Minggu, 22 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Music & Movie

Senggigi Sunset Jazz Diharap Jadi Agenda Tahunan

| editor : 

Senggigi Sunset Jazz 2017

Penampilan Bonita & the hus BAND di Senggigi Sunset Jazz 2017. (Istimewa)

JawaPos.com - Gelaran Senggigi Sunset Jazz 2017 yang digelar pada Jumat (22/9) hingga Sabtu (23/9) berlangsung meriah. Dua panggung yakni Rinjani Stage dan Tambora Stage yang terletak dekat dengan Dermaga Senggigi, berhasil memanjakan penonton dengan penampilan sederet musisi.

Panggung Rinjani sendiri menghadirkan lima line up musisi jazz dari nasional hingga internasional. Dibuka dengan penampilan band 5 Kancing Baju, kemudian Sura Dipa and Friends, Norma Jean asal USA, dan Just one-1St Winners MLDJazz Wanted feat Enda Ungu. Terakhir, suguhan di Rinjani Stage ditutup dengan suara jazzy sang vokalis Bonita & the hus BAND (BNTHB).

Lagu-lagu BNTHB memang terkenal memiliki rasa yang kuat dan total. Seperti lagu Tekadku Ikhlas yang dibawakan dipertengahan konser. Lagu yang terinspirasi dari kisah nyata itu juga memberi makna mengenai perjuangan hidup seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Satu Hari Sebelum Esok menjadi tembang penutup Bonita di atas panggung Rinjani. Seraya berpamitan meninggalkan panggung, Bonita cs melontarkan apresiasi dan ikut bangga menjadi bagian dari event Senggigi Sunset Jazz 2017.

"Thank you semua. Senang bisa menghibur masyarakat Lombok. Sampai berjumpa di event ini tahun depan," teriak Bonita .

Tidak kalah serunya, Panggung Tambora juga dimeriahkan enam musisi jazz kenamaan. Toni Moersaid Keroncong menjadi pembuka rangkaian acara penutupan Senggigi Sunset Jazz 2017, dilanjutkan Sumbava Band asal Pulau Sumbawa, Ary Juliant, Indro Hardjodikoro, dan Jazz Muda Indonesia, Fusion Stuff, yang kemudian ditutup dengan penampilan dari Syaharani & Queenfireworks.

Syaharani membawakan enam lagu dengan atraktif dan membuat penonton begitu antusias. Beberapa hitsnya seperti Tersiksa Lagi dan Arisan Hujan berhasil membuat penonton terpukau dengan aksi menawannya.

Di atas panggung, Syaharani mengungkap kegembiraannya bisa tampil di pagelaran musik jazz ini. Dia mengaku sangat menikmati dengan mengajak penonton bergoyang bersama.

"Bangga saya bisa hadir disini", ungkapnya

Tepat pukul 23:30 WITA, Syaharani menutup penampilannya dengan melantunkan lagu Morning Coffee. Salah satu lagu dari album ketiga Syaharani & Queenfireworks yang berjudul Selalu Ada Cinta. Lagu pamungkas tersebut juga menjadi penanda berakhirnya Senggigi Sunset Jazz.

Semua musisi yang tampil berharap event ini terselenggara lagi tahun depan. Komposisi line up artis dianggap sudah sangat tepat dengan menyuguhkan musik jazz dari berbagai ragam sub genre Jazz.

Tidak hanya musisi dan pengujung, Gubernur Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi yang turut menyaksikan Senggigi Sunset Jazz memberikan apresiasi dan dukungan serupa. Menurutnya, event jazz ini menarik karena bisa dinikmati semua segmen umur.

"Ini sangat menarik sekali. Bisa dikatakan satu-satunya festival jazz yang diadakan di pinggir pantai. Lebih-lebih ini di Senggigi, destinasi klasik yang kita punya, yang pemandangannya sangat indah," ujarnya.

"Kita ingin ada karakteristiknya, ada keunggulannya, ada atraksi khususnya. Saya pikir Senggigi Sunset Jazz menuju kesana," sambung M. Zainul Majdi.

Ditemui terpisah, Nety Rusi dari ArchiSS selaku penyelenggara mengatakan Senggigi Sunset Jazz sengaja digelar untuk mendukung pengembangan wisata di daerah khususnya Kabupaten Lombok Barat.

Pembeda event ini dengan pertunjukan jazz di tempat lain adalah venue sengaja didesain agar musisi dan pengunjung bersentuhan langsung dengan alam. Konsepnya menyatukan antara alam, manusia dan musik. Ketiga unsur tersebut adalah suatu jalinan yang tidak terpisah, ia adalah simbol harmonisasi dalam kehidupan.

"Melihat atusias masyarakat begitu luar biasa. Insyaallah event ini akan terselennggara lagi tahun depan," tutup Nety. (ded)

(ded/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP