Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Travelling

Pulau Pecang Memiliki Air Laut yang Hijau Berlapis Biru

| editor : 

Pulau Pecang Memiliki Air Laut yang Hijau Berlapis Biru

Pulau Pecang Memiliki Air Laut yang Hijau Berlapis Biru (Anton Sutompul/Radar Banten Online/JawaPos.com)

JawaPos.com – Salah satu alternatif destinasi paling menarik di Provinsi Banten adalah Pulau Peucang, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Suguhan keindahan pantainya sangat memesona. Air laut yang hijau berlapis biru memanjakan mata bagi wisatawan yang datang.

Bukan hanya air laut saja yang menawan, pasir putihnya juga sangat lembut. Cocok bagi turis yang ingin bermain pasir atau bermain bola di bibir pantai Pulau Peucang.

Akses menuju Pulau Peucang ini cukup mudah. Tinggal menyewa kapal nelayan, turis bisa diantarkan ke tempat tujuan.

Sayang, akomodasi kapal terbilang mahal. Namun tak perlu khawatir, apabila bermai-ramai biaya menuju Pulau Peucang sangat terjangkau.

Sewa satu kapal sekitar Rp 4 juta untuk kapasitas 28 orang. Turis terlebih dahulu ke Desa Taman Jaya untuk menyebrang menggunakan kapal ke Pulau Peucang. Jaraknya 120 km, waktu tempuh bisa mencapai 3 jam. Kecepatan kapal sendiri sekitar 1.800 rpl. Saat di kapal, turis akan dimanjakan dengan lautan lepas Samudra Hindia.

“Kami sediakan rumah penginapan di Pulau Peucang milik TNUK dan swasta,” papar Analis Data Pemanfaatan Pengawetan dan Pelayanan Taman Nasional Ujung Kulon Apuy saat berbincang dengan Radar Banten Online (Jawa Pos Group) di pesisir Pantai Peucang, kemarin, Sabtu (23/9).

Untuk mengeksplor kekayaan alam Pulau Peucang, turis bisa masuk ke hutan lindung dengan berjalan kaki laiknya para backpacker.

Di sepanjang hutan Pulau Peucang, turis akan disuguhkan juntaian pohon tinggi menjulang mencapi 30 meter. Jangan aneh bila di setiap langkah menemukan pohon tumbang secara alami.

Kata Apuy, di dalam beserta isinya dilindungi. Turis dilarang merusak habitat alam, pastikan sampah bawaan tidak dibuang sembarangan.

Masih di hutan Peucang, hewan seperti rusa, merak, ular, burung dan monyet adalah penghuni di dalamnya.

Radar Banten Online (RBO) sempat mendengar suara meraung-raung. Dikira macan atau kucing besar, ternyata sumber suara itu berasal dari rusa yang mengintip di balik pohon memerhatikan turis tengah berjalan kaki.

Selama 45 menit berjalan kaki, turis akan temukan Karang Copong. Sembari melepas lelah, turis bisa menikmati keindahan karang yang menjulang tinggi dengan suguhan ombak biru kehijauan.

Karang-karang di bawah permukaan laut menyembulkan cahaya kuning kehijauan. Benar-benar tak bisa digambarkan hanya dengan kata-kata.

Di Pulau Peucang tersedia wahana snorkling, diving dan lainnya. Bosan bermain di bawah laut, turis bisa menyebrang ke Semenanjung Ujung Kulon, dijumpailah Pantai Ciadaon. Disana, tak jauh dari pantai, ada padang savana tempat dimana banteng dan merak keluar dari habitatnya. Wisatawan bisa melihat-lihat di atas tower.

Bila puas berwisata di Pulau Peucang, TNUK masih memiliki destinasi wisata lainnya. Tak ada salahnya berkunjung ke Pulau Handeleum, wisata religi petilasan Prabu Siliwangi di Gunung Payung, menikmati sunset dengan kapal nelayan mengelilingi perairan sekitar Pulau Peucang dan masih banyak lagi. Penasaran? Datang saja!

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP