Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Pentingnya Program Car Free Day Untuk Pulihkan Udara Jakarta

| editor : 

Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Sigit Wijatmoko (kiri) di area CFD Sudirman-Thamrin, Minggu (24/9).

Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Sigit Wijatmoko (kiri) di area CFD Sudirman-Thamrin, Minggu (24/9). (Yesika Dinta/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menyampaikan arti penting dari pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau dikenal dengan Car Free Day (CFD). Tujuan kegiatan tersebut adalah memulihkan kualitas udara kota Jakarta.

Menurutnya, CFD dapat menjadi momen untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

"Kita mengingatkan kembali tujuan dari pelaksanaan hari bebas kendaraan ini, 'pulihkan udara kotaku'. Jadi tujuan yang utama adalah bagaimana kita bisa mengajak masyarakat untuk peduli akan lingkungannya," ujar Sigit saat ditemui di area CFD Sudirman-Thamrin, Minggu (24/9).

Selain itu, penyelenggaraan CFD juga dimanfaatkan untuk kampanye dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang transportasi massal. Sebab, kegiatan yang dilaksanakan seminggu sekali itu hanya boleh dilintasi pejalan kaki dan pengguna sepeda.

"Artinya ini juga bagian dari kampanye, edukasi kepada Masyarakat, bagaimana kita menggerakkan masyarakat untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Sehingga udara Jakarta bisa jadi lebih baik," tutur dia.

Bertepatan dengan 15 tahun pelaksanaan kegiatan bebas kendaraan bermotor itu, Sigit mengaku ada peningkatan. Baik dari segi kualitas udara maupun pergerakan kendaraan di Jakarta.

Saat ini, perpindahan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi massal mencapai 18 persen. Dishub menargetkan pada tahun 2019 mendatang, angka tersebut dapat naik menjadi 30 persen. Artinya, kualitas udara juga diharap akan semakin baik.

"Sejalan dengan bertambahnya usia, dimana evaluasi pelaksanan HBKB ada peningkatan. Apalagi target kita di 2019 semua pergerakan di Jakarta moda sharingnya minimal 30 persen, saat ini baru 18 persen," terangnya.

Sementara itu, pada CFD kali ini, Dishub bersama Polda Metro Jaya mengadakan beberapa kegiatan interaktif tentang aturan berlalu lintas.

"Ada beberapa kegiatan juga ada dialog, ada beberapa permainan, games-games dalam rangka meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang berlalu lintas," tutup Sigit. 

(cr3/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP