Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Ibu Rumah Tangga Jual Obat Keras, Pembelinya Anak di Bawah Umur

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Satres Narkoba Polres Indramayu menciduk CAS (40) seorang ibu rumah tangga (IRT) karena terbukti menjual obat-obatan keras secara ilegal. Warga Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, itu diamankan polisi di rumahnya beserta barang bukti ratusan butir obat keras berbagai jenis. Akibat perbuatannya itu, pelaku harus mendekam dijeruji besi.

KBO Satresnarkoba Polres Indramayu Ipda Wawan, membenarkan pihaknya menangkap seorang IRT berinisial CSA. Menurut Wawan, CAS diamankan karena menjual secara ilegal obat-obatan keras kepada masyarakat. Parahnya, wanita tersebut menjualnya kepada anak di bawah umur.

“Obat keras yang dijual CAS adalah tramadol, heximer dan dekstro. Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, ditemukan obat obatan tersebut sebanyak 264 butir. Dia (CAS, red) kini sedang menjalani pemeriksaan petugas,” ujarnya kepada Radar Indramayu (Jawa Pos Group).

Wawan, menjekaskan, penangkapan terhadap CAS bermul saat adanya informasi dari masyarakat yang resah dengan peredaran obat-obatan keras di wilayah Kecamatan Sliyeg tanpa izin. Adanya informasi berharga tersebut, petugas kemudian melalukan penyelidikan.

“Setelah diselidiki, ternyata benar. Petugas menerima informasi bahwa pengedarnya seorang ibu rumah tangga berinisial CAS tersebut. Petugas lalu mendatangi rumahnya di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg. Namun, petugas memantau terlebih dahulu. Setelah mengetahui ada transaksi di rumahnya, petugas kemudian menggerebegnya dan melakukan penggeledahan hingga akhirnya menemukan barang bukti obat-obatan keras tersebut,” jelasnya.

Dikatakannya, CAS saat diinterogasi mengaku menjual obat obatan keras secara ilegal tersebut karena terjepit ekonomi setelah suaminya dijebloskan ke penjara akibat tersangkut kasus yang sama. “Karena perbuatannya itu, CAS terancam pasal 196-197 Undang-undang Kesehatan RI dengan ancaman kurungan penjara selama 10 tahun.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP