Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Sektor Pertanian Sumbangkan Surplus USD 10,98 M Hingga Agustus 2017

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Pertanian mencatat kinerja perdagangan komoditas pertanian mengalami surplus sepanjang delapan bulan pertama di 2017.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor komoditas pertanian bulan Januari hingga Agustus 2017 mencapai USD 22,18 miliar, sedangkan nilai impor hanya USD 11,20 miliar, sehingga surplus USD 10,98 miliar. Surplus naik 101 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2016 yang mencapai USD 5,46 miliar.

“Data ini menunjukan kebijakan Menteri Pertanian merekomendasikan pengendalian impor dan mendorong ekspor sudah on the right track. Ekspor kopi, karet, kelapa sawit, kelapa, pala, lada, kacang hijau, nanas, dan lainnya naik signifikan,” kata Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi dalam keterangan tertulis, Minggu (24/9).

Dia menegaskan sejak Januari tahun 2016 hingga Agustus 2017 tidak ada impor beras medium, cabai segar dan bawang merah konsumsi. Kementan pun berhasil meningkatkan produksi jagung sehingga impor jagung di tahun 2016 turun 62 persen. Sejak Januari hingga Agustus 2017 tak ada impor jagung pakan ternak.

“Perlu dicatat impor beras awal 2016 merupakan luncuran dari sebagian kontrak impor beras Bulog tahun 2015. Kemudian di tahun 2017, yang diimpor bukanlah beras konsumsi jenis medium, akan tetapi merupakan jenis menir sebagai bahan industri,” tegasnya.

Menurut Suwandi, swasembada beras juga ikut mempengaruhi. Untuk itu, Suwandi menilai ekspor-impor beras khusus jenis tertentu wajar dalam perdagangan dunia karena tidak diproduksi di dalam negeri. Indonesia pun juga sudah ekspor beras merah, beras hitam, beras organik dan lainnya.

Sementara itu, jagung yang diimpor di tahun 2017 sebesar 290 ribu ton itu bukan merupakan jagung pipil untuk kebutuhan pakan ternak. Akan tetapi merupakan jagung untuk bahan pemanis sweetener dan gluten pada industri makanan dan minuman. Artinya Indonesia sudah swasembada jagung karena seluruh kebutuhan jagung pakan ternak sudah diproduksi sendiri.

Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menegaskan rasa puasnya karena Indonesia berhasil mengekspor bawang merah dari Brebes Jawa Tengah ke Thailand, Fhilipina, Singapura dan Hongkong. Ekspor bawang merah adalah komoditas lain selain beras.

"Beras sudah tidak impor sejak 2016. Ketika HET ditetapkan, beras premium turun sampai Rp. 12 ribu. Kami juga akan penuhi pasar ekspor beras ke Timor Leste dalam waktu dekat langsung dari perbatasan, sedang untuk jagung kami penuhi kebutuhan jagung Malaysia 3 juta ton dan Filipina 1 juta ton," tegas Amran.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP