Kamis, 14 Dec 2017
Logo JawaPos.com
Hukum & Kriminal

Inilah yang Dilakukan Kemenkominfo Sebelum Blokir Situs Nikahsirri.com

| editor : 

nikahsirri.com

Tampilan halaman muka situs nikahsirri.com (screenshot)

JawaPos.com - Nikahsirri.com membuat resah masyarakat. Situs online yang digagas warga Bekasi bernama Aris Wahyudi ini pun akhirnya diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo telah menerima laporan mengenai adanya situs nikahsirri.com yang sangat meresahkan masyarakat. Karena itu, situs itu resmi diblokir hari ini sesaat setelah penangkapan Aris Wahyudi oleh polisi.

"Tim Aduan Konten telah menerima hampir 100 laporan aduan dari masyarakat mengenai adanya situs nikahsirridotcom tersebut," tegas Kabiro Humas Kemenkominfo Noor Iza kepada JawaPos.com, Minggu (24/9).

Noor Iza menerangkan, tim melakukan pendalaman dan analisa terhadap situs tersebut serta menemukan adanya konten yang terindikasi melanggar hukum. Atas aduan masyarakat dan hasil analisa tersebut, kata dia, pihaknya kemudian meneruskan hal-hal mengenai situs nikahsirri.com kepada Ditreskrimsus Subdit Cyber Polda Metro Jaya (PMJ).

"Tim Ditreskrimsus PMJ melakukan investigasi bersama Kementerian Kominfo dalam satgas pemberantasan pornografi sejak Jumat 22 September 2017," ungkapnya.

Pendiri Nikahsirridotcom Aris Wahyudi

Pendiri Nikahsirridotcom Aris Wahyudi (Hendra Eka/Jawa Pos)

Noor Iza menjelaskan, setelah koordinasi bersama antara Ditreskrimsus PMJ dengan Kementerian Kominfo, maka Kementerian Kominfo memblokir akses situs nikahsirri.com tersebut sejak Sabtu 23 September 2017 pukul 16.00. Penyelidikan bersama juga dilakukan selama kurang lebih 2x24 jam dan menemukan dugaan adanya pelanggaran tindak pidana UU Pornografi dan UU ITE dalam kegiatan di situs nikahsirri.com.

Tim Ditreskrimsus PMJ menangkap pelaku, kemudian menggeledah serta menyita beberapa barang bukti terkait situs tersebut pada Minggu (24/9) pagi hari pukul 02.30.

"Pengungkapan kasus ini adalah hasil kerja sama yang baik antara masyarakat, Kementerian atau Lembaga terkait dan Polri yang tergabung dalam satgas pemberantasan pornografi dan pornografi anak," ungkapnya.

Menteri Kominfo Rudiantara sebelumnya juga meminta untuk dilakukan pendalaman segera terkait isu yang sedang ramai beredar di masyarakat tersebut. Begitu juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Menteri Sosial juga menyampaikan agar Kementerian Kominfo segera melakukan penutupan situs itu.

(ika/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP