Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Pelaku Pelempar Kepala Babi Ditangkap, Ternyata Ini Motifnya

| editor : 

Polisi mengamankan barang bukti kepala babai.

Polisi mengamankan barang bukti kepala babai. (Ist for Jawapos.com)

JawaPos.com - Jajaran Polda Sumatera Utara membekuk pelaku penaruh kepala babi di depan halaman Gedung Dakwah atau Balairong Ikatan Keluarga Bayur (IKB) di Jalan Utama, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, Medan. Pelaku diketahui bernama Malvin Tarigan yang merupakan warga Jalan Marakas, Titi Rantai.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, pelaku berusia 36 tahun itu ditangkap pada Jumat (22/9) kemarin. Hal itu berselang satu hari sejak dia beraksi pada Kamis (21/9) dini hari.

"Tim kami melakukan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi dari saksi di lokasi. Anggota langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku MT," kata Rina kepada JawaPos.com, Minggu (24/9).

Dia menerangkan, berdasarkan pemeriksaan, teror kepala babi yang dilakukan pelaku ini dikarenakan persoalan utang piutang. Hal ini terungkap dari hasil interogasi yang dilakukan polisi terhadap MT di Mako Brimob.

"Jadi pelaku ini melakukan perbuatannya dipicu persoalan pribadi. MT mengaku ingin menagih utangnya," terangnya.

Dari kepala babi yang diamankan petugas juga terpampang tulisan yang menyatakan bahwa pelaku meminta utangnya segera dibayar.

Lanjut Rina menuturkan, beberapa tahun lalu MT mengaku memiliki hubungan pribadi dengan seseorang. Masing-masing kemudian menikah dengan orang lain. Saat masih menjalin hubungan, mereka terlibat dalam bisnis yang menggunakan uang MT.

"Nah, di dalam perjalanannya, bisnis itu ternyata tak berjalan. Motifnya jelas utang piutang. MT ingin menagih uangnya yang mencapai Rp 1,5 miliar," sambung dia.

Dia menerangkan, pelaku beraksi menggunakan sepeda motor Yamaha Vega hitam dengan plat BK 5903 AAZ. Pelaku melemparkan kepala babi ke Gedung/Balairong IKB disertakan tulisan dua nama untuk segara membayar utang. "Kepala babi itu ditemukan penjaga gedung bernama Emrizal,” tambahnya.

Lanjut dia menerangkan, dari pengakuan saksi di lokasi menyebut pelemparan kepala babi itu merupakan yang kedua kali terjadi. Sebelumnya terjadi di salah satu rumah warga, Jalan Utama Gang Ampera, pada Hari Raya Idul Fitri.

"Kejadian itu tidak dilaporkan ke pihak kepolisian. Dari pemeriksaan, tersangka telah mengakui perbuatannya juga," ungkapnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 156a subs Pasal 156 jo Pasal 335 (1) juncto Pasal 311 KUHPidana. Pelaku disangka telah melakukan perbuatan di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

"Untuk ancaman hukumannya antara empat sampai lima tahun penjara," tukas Rina.

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP