Sabtu, 21 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
All Sports

Gelaran ITdBI 2017 Start dari Pondok Pesantren

| editor : 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ingin memperkenalkan budaya pesantren ke pembalap dunia peserta ITdBI 2017

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ingin memperkenalkan budaya pesantren ke pembalap dunia peserta ITdBI 2017 (Humas Kab BWI for JawaPos.com)

JawaPos.com - Salah satu hal yang baru dan menarik dari ajang balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017 adalah start etape keempat yang dimulai dari Pondok Pesantren Darussalam. Rupanya pihak penyelenggara ingin memperkenalkan budaya pesantren ke publik global.

Lokasi start ITdBI 2017 memang dilakukan di empat tempat yang berbeda-beda. Etape pertama akan dimulai dari Pasar Bajulmati. Lalu etape kedua start dari Dusun Kakao, Glenmore. Sedangkan etape ketiga dimulai dari Muncar. Nah etape keempat yang menempuh rute terpendek akan start di Pondok Pesantren Darussalam di Tegalsari.

Ini adalah kali pertama ITdBI menempatkan start di sebuah pondok pesantren. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan, pihaknya ingin memperkenalkan budaya pesantren ke publik global. Anas mengaku ada sisi positif memperkenalkan pesantren ke publik internasional.

"Ini memang saya minta khusus, sekaligus menjadi kampanye ke dunia bahwa Islam adalah agama yang toleran. Pesantren yang menjadi basis pendidikan keislaman di Indonesia tetap menyebarkan nilai-nilai toleransi," jelas Anas, Sabtu (23/9) sore.‬

Oleh karena itu ‪Anas meminta setiap liasion officer atau pendamping pembalap mengantongi materi terkait posisi pesantren dalam menyemai nilai-nilai toleransi. "Para LO wajib menjelaskan hal ini, biar dunia internasional tahu bagaimana toleransi ditegakkan di Indonesia," ujar bupati berusia 44 tahun ini.‬

‪Anas menambahkan bahwa para santri telah siap menyambut hangat para pembalap. "Ratusan pembalap dari berbagai negara akan kami ajak mencoba tradisi berpakaian sarung dan berkopiah ala Indonesia. Kami jelaskan pula makna sarung dan apa itu kopiah yang fungsinya berbeda dengan topi. Pasti ini pengalaman baru bagi mereka," tuturnya.

ITdBI 2017 akan berlangsung pada 27-30 September. Selain memperkenalkan budaya pesantren, para pembalap juga akan disuguhi pertunjukan budaya lokal, kehangatan warga serta keindahan alam Banyuwangi.

(saf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP