Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Aksi Pelajar Indonesia di Yaman untuk Rohingya

| editor : 

HANGAT: Situasi saat  istighatsah bersama untuk keselamatan kaum muslim di Myanmar.

HANGAT: Situasi saat istighatsah bersama untuk keselamatan kaum muslim di Myanmar. (PPI Yaman)

JawaPos.com - Pelajar Indonesia di Yaman menggelar istighatsah bersama untuk keselamatan kaum muslim di Myanmar. Acara bertempat di Auditorium Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Al Ahgaff, Tarim, pada Minggu (17/9).

Acara yang diprakarsai oleh PPI Yaman tersebut bekerjasama dengan seluruh organisasi yang berbasis di Bumi Balqis dan dihadiri Syeikh Abdul Qadir Muhammad Alaydrus, bersama putranya yang sekaligus Direktur Madrasah Alaydrus lil Qiraat Dr Abdullah Abdul Qadir Alaydrus.

Dalam penuturannya, Dr Abdullah yang juga dosen Universitas Al Ahgaff tersebut mengatakan berdoa dan beristighatsah merupakan salah satu gerbang menuju pertolongan untuk umat muslim di Myanmar.  Tak sekadar itu, berdoa juga merupakan pangkal segala ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

’’Ad-dua’ mukkhul ‘ibadah. Karena disana disebutkan nama-nama Allah SWT yang Maha Agung, dan yang sangat penting itu adanya keyakinan di hati kita bahwa Allah akan mengabulkan permintaan hamba-hambaNya,” ujar Abdullah.

Dia juga menegaskan bahwa tak selamanya doa itu cepat dikabulkan. Contohnya seperti Nabi Musa, yang mana doanya baru dikabulkan oleh Allah swt setelah 40 tahun lamanya. Selain, itu untuk cepat dikabulkan doa juga perlu didukung oleh beberapa faktor eksternal, diantaranya yaitu memilih waktu dan tempat yang pantas untuk berdoa. (*)

(ina/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP