Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Pemuda Rohingya: Terima Kasih Indonesia atas Dukungannya

| editor : 

TUKAR IDE: Salah seorang pembicara dalam diskusi mengenai Rohingya di Sudan.

TUKAR IDE: Salah seorang pembicara dalam diskusi mengenai Rohingya di Sudan. (PPI Sudan for JawaPos.com)

JawaPos.com - Pelajar Indonesia di Sudan (PPI Sudan) mengadakan kajian ilmiah mengenai Rohingya di di Aula Indonesian Students Center (ISC), di Sudan, pada Selasa (12/9).

Kajian dengan tema Mari bersama Rohingya: Analisis Latar Belakang dan Penyelesaian Krisis Kemanusiaan Rohingya tersebut diselenggarakan atas kerjasama dengan Persatuan Pelajar Myanmar di Sudan.

’’Kami sangat berterima kasih kepada bangsa Indonesia yang tak henti-hentinya memberikan berbagai macam support kepada kami di berbagai bidang, juga kawan-kawan Indonesia di Sudan yang telah mau memprakarsai kegiatan kajian tentang muslim Rohingya yang untuk pertama kalinya ada di Sudan,’’ papar Asyrof, mahasiswa asal Rohingya yang sedang menempuh studi di Sudan.

Asyrof salah satu saksi hidup atas tragedi kemanusiaan yang tak kunjung menemui titik penyelesaian hingga saat ini. Dalam paparan yang disampaikan, dia menjelaskan akar permasalahan dan sumbernya serta menerangkan betapa tidak berperi-kemanusiannya penindasan yang menimpa masyarakat muslim Rohingya.

Dia juga sangat menyayangkan ketidak pedulian berbagai pihak dalam kasus ini. Beliau pun berkesempatan menunjukkan berbagai macam slide yang didapatkannya langsung dari sahabat maupun kerabat yang hingga kini masih terjebak di Myanmar.

Asyrof berpandangan bahwa langkah-langkah yang selama ini diambil oleh bangsa-bangsa dan Negara-negara lain terlalu lambat dan tidak efektif dalam menghentikan krisis kemanusiaan ini secara cepat.

“Negara-negara di luar sana terlalu asyik berdebat, berdiskusi, dll tanpa ada aksi nyata bagi kami. Dalam kondisi krisis seperti ini, justru aksi nyatalah yang kami butuhkan untuk menghentikan krisis kemanusiaan ini secepatnya,’’ imbuhnya.

Di sesi berikutnya, Ustadz Ribut Nur Huda, MA yang merupakan kandidat Doktor Universitas Alquranul Karim Omdurman, Sudan menyampaikan pandangannya terkait langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan umat muslim untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Beberapa diantaranya adalah melalui jalur diplomatik guna menekan pemerintah Myanmar agar segera menghentikan pembantaian tersebut. “Permasalahan Rohingya bukan hanya sekedar permasalahan satu ataupun dua suku, bangsa, dll. Ini adalah masalah kaum muslimin. Kitalah yang paling berkewajiban untuk membela mereka dalam keadaan seperti ini,” ujarnya. (*)

(ina/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP