Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Kim Jong-un Sindir Donald Trump Lagi, Kata-katanya Sadis

| editor : 

PERANG KATA: Kim Jong-un vs Donald Trump.

PERANG KATA: Kim Jong-un vs Donald Trump. (KCNA, Justin Lane/EPA)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kim Jong-un, pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), menambah ketegangan di Semenanjung Korea. Selama sekitar sepekan terakhir, dua tokoh dunia itu saling mengolok satu sama lain.

Yang terkini, Jong-un sukses membuat penduduk bumi membuka kamus setelah melontarkan kata dotard. Dalam bahasa Korea, dotard punya makna yang sama dengan neukdari. Definisi umum kata tersebut adalah orang tua. Namun, beberapa sumber menambahkan kata lunatic (gila) di belakang kata orang tua.

Ada juga yang mendefinisikan dotard sebagai orang tua yang sakit-sakitan. Intinya, Jong-un menyebut Trump sebagai orang tua yang gila atau orang tua yang tidak tahu diri.

’’Dengan jelas dan pasti (saya akan) menjinakkan si tua bangka gila yang sakit mental itu dengan api,’’ kata Jong-un tentang Trump. Pada Kamis (21/9) pidato Jong-un itu disebarluaskan KCNA.

Pidato putra bungsu mendiang Kim Jong-il itu merupakan reaksi terhadap pidato perdana Trump dalam Forum Majelis Umum PBB Selasa (19/9). Saat itu Trump menyebut Jong-un sebagai rocket man.

’’Kata-kata (Trump) itu justru semakin membuat yakin bahwa jalur yang saya tempuh ini sudah benar,’’ katanya. Jalur yang dimaksud Jong-un adalah program nuklir.

Karena Trump mengingkari fakta bahwa Korut punya kemampuan untuk menciptakan senjata nuklir, Jong-un akan membuatnya menyesal. Dia bersumpah membalas pidato Trump itu dengan serangan.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-ho mengatakan bahwa negerinya siap mengujicobakan lagi termonuklir alias bom hidrogen. Kali ini uji coba tersebut bakal dilakukan di Samudra Pasifik.

’’Itu mungkin akan menjadi ledakan termonuklir terbesar di Pasifik,’’ ungkapnya. Bersamaan dengan itu, Yonhap melaporkan hal serupa. Kantor berita Korea Selatan (Korsel) itu yakin uji coba segera terjadi.

Dari Negeri Panda, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengimbau semua pihak agar bisa menahan diri. Beijing menyayangkan kekerashatian Trump dan Jong-un yang tetap saling olok dan saling gertak.

’’Situasinya sudah menjadi kian sensitif. Semua pihak yang terlibat (dalam konflik) harus bisa menahan diri dan tidak saling memprovokasi,’’ ungkap Jubir Kemenlu Tiongkok Lu Kang. (*)

(AP/Reuters/BBC/hep/c15/any)

Sponsored Content

loading...
 TOP