Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

KPK Diminta Tak Hanya OTT Dalam Membasmi Kasus Korupsi

| editor : 

Gedung KPK Merah Putih

Ilustrasi (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai hanya bisa melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam menjalankan tugas membasmi korupsi di Indonesia. Lantaran, belakangan ini banyak penangkapan terhadap kepala daerah.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi meminta lembaga independen antirasuah itu tidak hanya mengandalkan OTT dalam menumpas korupsi di Indonesia.

"Korupsi di Indonesia terstruktur, sistematis, dan masif. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan sadapan. OTT," kata Adhie dalam acara diskusi 'KPK, Isu, Fakta dan Cerita' di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/9).

Menurut Adhie, jika hanya mengandalkan OTT dalam melaksanakan tugasnya, cara semacam itu tidak akan berkembang untuk menyelesaikan kasus korupsi yang ada.

Adhie menginginkan seharusnya KPK mengedepankan fungsi pencegahan dengan cara mengingatkan terhadap masyarakat dampak dari adanya korupsi yang kian berkembang di Indonesia.

"Korupsi ini apa sih. Apa betul membuat bangsa Indonesia tidak sejahtera. Harus dibahas dulu secara sistematis, kemudian di informasikan dampaknya ke masyarakat," ucapnya.

Adhie mengaku tak mempermasalahakan adanya OTT yang dilakukan KPK. Ia hanya ingin KPK juga mengandalkan fungsi pencegahan untuk tidak berkembangnya kasus rasuah.

"Korupsi membuat politik jadi brengsek, di mana-mana pejabat daerah itu terlibat masalah korupsi," tandasnya.

(cr5/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP