Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Tragis, 11 Orang Sekeluarga Tewas Bersamaan Saat Gempa

| editor : 

DUKA: Deretan peti mati korban gempa yang akan dikebumikan di Atzala, Meksiko, kemarin.

DUKA: Deretan peti mati korban gempa yang akan dikebumikan di Atzala, Meksiko, kemarin. (IMELDA MEDINA/REUTERS)

JawaPos.com – Tangis terus terdengar bersahutan dari sebuah permukiman di Atzala, Puebla, Meksiko. Sebelas peti jenazah berjajar rapi di depan para pelayat. Mereka adalah korban gempa 7,1 skala Richter yang mengguncang Meksiko Selasa (19/9) pukul 13.14 waktu setempat.

Seluruh korban masih bertalian darah. Semuanya tewas saat menghadiri acara pembapisan di Apostle Catholic Church. Tepat ketika gempa terjadi.

Elideth Torres de Leon, bayi tiga bulan yang dibaptis, saat itu menjadi salah seorang korban tewas. Begitu pula dengan ibu, saudara-saudaranya, serta paman dan bibinya.

TAK KENAL LELAH: Relawan dan militer bahu-membahu mencari dan mengevakuasi korban gempa di Obera, Mexico City, kemarin.

TAK KENAL LELAH: Relawan dan militer bahu-membahu mencari dan mengevakuasi korban gempa di Obera, Mexico City, kemarin. (CARLOS JASSO/REUTERS)

Hanya ayahnya serta pastor dan asistennya yang berhasil selamat. ”Kajadian itu begitu mengerikan, sangat menyedihkan melihat sebagian besar orang di dalam gereja meninggal,” ujar asisten pastor Lorenzo Sanchez.

Kota Atzala hanya berjarak 5 kilometer dari episentrum gempa yang terletak di Raboso, Negara Bagian Puebla. Karena itu, kota tersebut bisa dibilang luluh lantak. Gempa telah merenggut 237 nyawa dan melukai 1.900 orang lainnya. Yakni, 102 orang di Mexico City dan 135 sisanya dari area di sekitarnya.

Ada kemungkinan jumlah korban jiwa bertambah. Sebab, proses evakuasi masih berlangsung. Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto mengumumkan proses berkabung selama tiga hari untuk seluruh korban.

Hingga kemarin (21/9), tim penyelamat masih berkejaran dengan waktu untuk menyelamatkan para korban yang tertimbun reruntuhan. Sekitar 50 orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan di berbagai titik.

Kemarin mereka berusaha menyelamatkan beberapa orang dari balik reruntuhan sekolah dasar Enrique Rébsamen, Distrik Coapa, Mexico City. Berdasar deteksi panas tubuh, diperkirakan beberapa orang masih hidup.

Ada korban yang mengetuk tembok beberapa kali, ada pula yang merespons saat cahaya diarahkan ke dalam reruntuhan. Salah satu korban selamat adalah gadis 12 tahun yang dari sekilas ciri fisiknya diduga bernama Frida Sofia.

Dia berlindung di bawah meja. Tim penyelamat sempat melihat tangannya dan gadis itu menggerakkan jarinya pertanda masih hidup. ”Mereka hidup! Mereka masih hidup,” ujar relawan perlindungan sipil Enrique Gardia.

Orang tua siswa yang anak-anaknya belum ditemukan begitu senang mengetahui ada korban selamat. Artinya, peluang anak-anak mereka ditemukan dalam kondisi bernyawa masih ada.

Sebanyak 21 siswa dan empat orang dewasa tewas di SD Enrique Rébsamen saat gempa terjadi. Sejauh ini relawan berhasil menyelamatkan sebelas anak yang selamat dari reruntuhan.

Proses evakuasi sudah berlangsung 15 jam saat berita ini diturunkan. Tapi, tim penyelamat belum mengetahui cara menyelamatkan Sofia hidup-hidup. Tim harus berhati-hati. Sebab, jika mereka tidak berhati-hati, puing-puing di sekitarnya bisa ambruk dan malah membahayakan korban.

Ada 52 gedung di Meksiko City yang ambruk dan masih ada puluhan lainnya di wilayah lain yang terdampak gempa. Hampir tidak ada alat berat yang digunakan saat proses evakuasi karena takut puing-puing itu malah akan menghantam korban yang terjebak. Penduduk yang masih selamat bahu-membahu mengangkat reruntuhan dengan tangan atau alat seadanya.

Donasi berupa makanan, pakaian, air bersih, selimut, obat-obatan, dan berbagai hal lainnya berdatangan ke tempat-tempat penampungan. Beberapa restoran pun mengirimkan makanan untuk para pengungsi yang kini kehilangan rumahnya.

”Prioritas kami adalah memperbaiki layanan dasar dan mendata bangunan yang rusak,” ujar Pena Nieto. Penduduk mempertanyakan standar konstruksi bangunan karena banyak bangunan baru yang ambruk akibat gempa.

Presiden AS Donald Trump telah menghubungi Pena Nieto Rabu lalu untuk mengucapkan duka cita atas tragedi di Meksiko. Dia juga menawarkan bantuan berupa tim penyelamat. ”Kami bersama kalian dan akan mendukung kalian,” cuit Trump sesaat setelah gempa terjadi. Respons itu sangat berbeda dengan gempa 7 September di Meksiko lalu yang merenggut 90 nyawa. (*)

(Reuters/BBC/LATimes/Politico/sha/c25/any)

Sponsored Content

loading...
 TOP