Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Jelang Pilkada, Pemda Jemput Bola Rekam Data Warga

| editor : 

ILUSTRASI: Srijah warga Suraaya saat difoto untuk KTP elektronik di kediamannya.

ILUSTRASI: Srijah warga Suraaya saat difoto untuk KTP elektronik di kediamannya. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Banyak warga Kota Bogor yang belum merekam data program KTP Elektronik (KTP-el). Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor pun melakukan jemput bola, Rabu (20/9). Giliran Kelurahan Bubulak Kecamatan Bogor Barat yang menjadi target perekaman keliling.

Kabid Kependudukan pada Disdukcapil Kota Bogor, Agus Suparman mengatakan, program tersebut sudah berjalan sejak awal tahun yang dilakukan dengan berkeliling ke-68 Kantor Kelurahan. “Jadi kita sudah punya jadwal perekaman yang sudah kita tetapkan selama satu tahun,” jelasnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group).

Pelayanan jemput bola ini merupakan salah satu upaya Disdukcapil Kota Bogor dalam menghadapi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun depan. Artinya, masyarakat Kota Bogor bisa menyeluruh terpenuhi hak suaranya.

Selain pelayanan perekaman data KTP-el, pihaknya juga membuka layanan pembaruan Kartu Keluarga (KK) serta pembuatan akta kelahiran. “Pelayanan di Bubulak ini tidak dibatasi, kalau sampe sore belum habis lanjut terus. Yang sudah direkam dikasih surat keterangan, itu fungsinya sama kaya KTP,” terangnya.

Meski begitu, masyarakat yang bisa mencetak blanko KTP-el yaitu yang sudah terdaftar hingga September 2016. Karena, pihaknya hingga kini masih menunggu blanko tambahan untuk memenuhi kebutuhan semua data masyarakat Kota Bogor yang sudah terekam di Disdukcapil Kota Bogor.

Di tempat yang sama, Kasi Pemerintahan Kelurahan Bubulak, Agus Kusno merasa terbantu atas adanya program tersebut. Pasalnya, dengan adanya perekaman yang dilakukan langsung oleh Disdukcapil di kantornya mempermudah masyarakat yang ingin membuat KTP-el. “Ini program yang mempermudah masyarakat yang belum terekam datanya. Jadi banyak warga yang antusias ikut hari ini,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut bisa dilakukan secara rutin di masing-masing kelurahan. Karena, di kelurahannya saja menurutnya ada sekitar 600 warga yang datanya belum terekam. “Yang belum terekam memang tidak akurat karena ada yang meninggal juga. Ada sekitar 600 an. Pengennya sih program ini rutin minimal 3 bulan sekali ke sini,” tandasnya.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP