Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

'EO' Duel Maut Bocah SMA Diringkus, Ada yang Berperan Jadi Wasit

| editor : 

Pelajar SMA Bogor Tewas

Ilustrasi (Dok.Jawapos.com)

JawaPos.com - Jajaran Satuan Reskrim (Satreskrim) Polresta Bogor Kota meringkus empat tersangka ‘duel gladiator’ yang menewaskan siswa SMA Budi Mulia Bogor, Hilarius Christian Event Raharjo Rabu kemarin (20/9)

Mereka adalah BV, HK, MS, dan TB. Keempatnya memiliki peran masing-masing, dimana BV selaku pelaku utama yang bertarung ‘duel gladiator’ dengan Hilarius.

Sementara MS berperan sebagai wasit atau membiarkan aksi kekerasan itu terjadi.

Dalam keterangan pers, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, mengungkapkan, keempat tersangka ini ditangkap di tempat berbeda, diantaranya Bogor, Yogyakarta dan Bandung.

Saat penangkapan, kata Ulung, para tersangka ini tidak melakukan perlawanan terhadap petugas. Kemudian di bawa kesini untuk dilakukan pemeriksaan.

"BV ditangkap di Yogyakarta dan MS di Bandung, sementara dua lainnya di tangkap di Wilayah Bogor,” kata Ulung kepada wartawan di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kamis (21/9), dilansir RMol Jabar (JawaPos Grup)

Dia menuturkan, penangkapan terhadap para tersangka ini berdasarkan pengembangan informasi dari saksi.

"Tidak ada perlawanan, sebelumnya kami mendapat informasi keberadaan tersangka dari beberapa saksi,” ujarnya.

Ulung menjelaskan bahwa BV merupakan pelaku utama karena menewaskan Hilarius pada saat duel gladiator di Lapangan Basket, Bogor Utara.

Sedang MS saat kejadian berperan sebagai wasit. Untuk HK dan TB berperan menunjuk atau menyuruh untuk melakukan kekerasan. Selain empat tersangka yang sudah diamankan, pihaknya masih terus lakukan upaya pengembangan kasus tersebut.

"Kita masih lakukan pengembangan, yang belum kita tangkap yakni PR dan TT, keduanya berperan menyuruh atau menunjuk,” ujar Ulung

Atas perbuatannya itu, keempat tersangka terjerat Pasal 80 jo 76c Undang-undang (UU) nomor 35/2014 tentang perubahan UU 23/2002 tentang perlindungan anak dan terancam hukuman pidana 15 tahun penjara.

"Karena masih di bawah umur, maka kami mengikuti UU perlindungan anak,” pungkasnya.

(mam/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP