Jumat, 20 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bulutangkis

Jepang Terbuka Superseries 2017

Greysia/Apriyani Tetap Puas Meski Kandas di Babak Kedua

| editor : 

Greysia Polii/Apriani Rahayu, Jepang Terbuka Superseries 2017,

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriani Rahayu, belum bisa mengatasi pasangan nomor satu dunia, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, dari Jepang. (Wahyudin/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriani Rahayu, belum bisa mengatasi pasangan nomor satu dunia, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, dari Jepang. Namun, meski harus kandas akibat kekalahan 15-21, 21-12 dan 15-21, di babak dua Jepang Terbuka Superseries 2017, Greysia/Apriyani tetap puas.

Pekan lalu di Korea Terbuka Superseries 2017, Greysia/Apriani juga dihentikan Matsutomo/Takahashi di babak perempat final dengan skor 15-21 dan 13-21.

Greysia/Apriani mengaku cukup puas dengan penampilannya kali ini. Sebab, keduanya berhasil mengeluarkan permainan yang lebih baik dan mencuri satu kemenangan dari tiga set yang dilakoni.

“Secara penampilan dan permainan kami bisa keluar semua tadi. Kami bisa lebih baik. Tapi memang mereka lawan yang nggak mudah dengan banyaknya pengalaman dan gelar. Tapi secara spirit dan mental kami nggak kalah,” kata Greysia usai pertandingannya di Tokyo Metropolitan Gymnasium, dalam surat elektronik PBSI.

Setelah kalah pada set pertama, Greysia/Apriani berhasil mencuri kemenangan di set berikutnya. Kondisi lapangan yang menang angin, dikatakan Greysia/Apriani membuat mereka lebih percaya diri untuk menyerang lawan.

Sayang di game ketiga setelah sempat ketat, Greysia/Apriani akhirnya menyerah kalah 15-21.

“Set ketiga awal kami terlalu tertekan. Karena lapangan mereka agak sedikit menang angin, jadi lebih percaya diri buat menyerang. Sama halnya ketika kami unggul di set kedua,” ujar Greysia.

“Di set ketiga secara strategi kami sudah ketekan duluan. Jadi itu yang membuat mental dan pikiran kami tidak bisa keluar. Pas pindah lapangan kami sudah bisa enak lagi, tapi memang secara pengalaman mereka lebih baik. Tapi next time kami akan coba buat bisa menang,” tambah Greysia lagi.

Dua kali berhadapan dengan Matsutomo/Takahashi, Greysia/Apriani mengatakan banyak mengambil pelajaran dari pertandingannya tersebut. Khususnya bagi Apriani yang belum lama menjejak ke level senior.

“Secara permainan dan pengalaman tentu mereka lebih di atas, apalagi mereka juara Olimpiade. Sementara Apri belum berpengalaman seperti kak Greys. Jadi Apri banyak belajar untuk cepat merubah pola dan cepat beradaptasi. Pikiran juga enggak boleh kalah,” ungkap Apriani.

“Tantangan terberat tadi mungkin karena di satu sisi saya harus tetap fokus dan nggak boleh kendor, tapi di sisi lain saya juga harus bisa membuat Apri mengembangkan permainannya, menemukan jati diri bermain di level atas. Tapi saya enggak boleh turun dan tetap menyemangati diri sendiri,” tutup Greysia.

(ira/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP