Kamis, 14 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Pak Danrem Pastikan Film PKI Diputar di Wilayahnya

| editor : 

logo PKI

Ilustrasi (Pixabay)

JawaPos.com - Pemutaran film G30S PKI menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Meski demikian, TNI di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tetap melakukan nonton bareng (Nobar) film tersebut.

Hal ini untuk memberikan pengetahuan tentang fakta-fakta nilai sejarah bagi seluruh anak bangsa, khususnya generasi muda Indonesia. Rencana penayangan Film G30S/PKI di Kobar akan dilaksanakan sebelum 30 September mendatang, dengan melibatkan prajurit TNI dari satuan Kodim 1014 Pangkalan Bun.

Danrem 102/Pjg, Kolonel Arm HM Naudi Nurdiaka menjelaskan, Nobar Film G30S/PKI sesuai dengan perintah Panglima TNI, dan sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah melalui Mendagri. Untuk itu tidak ada alasan lagi bagi yang menolak penanyangan film ini.
"Kita akan kita putar dan kita sebar di seluruh Kodim dan masyarakat," ujar Danrem saat dikonfirmasi awak media disela-sela kegiatannya di Swis Bellin Hotel Pangkalan Bun, beberapa waktu lalu, sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group).

Danrem 102/Pjg, Kolonel Arm HM Naudi Nurdiaka

Danrem 102/Pjg, Kolonel Arm HM Naudi Nurdiaka didampingi Dandim 1014 Pangkalan Bun, Letkol Inf Wisnu Kurniawan memberikan keterangan kepada wartawan, belum lama ini. (Ruslan/Kalteng Pos/Prokal.co/JawaPos.com)

Danrem menegaskan, film tersebut akan ditayangkan di seluruh wilayah Korem 102 Panju Panjung termasuk di Kodim 1014 Pangkalan Bun, sebelum 30 September mendatang. "Yang jelas sebelum tanggal 30 September itu sudah digelar Nobar, di seluruh Indonesia juga sama untuk memberikan pengetahuan kepada kita," tegasnya.

Sebagian pihak, Dandrem meneruskan, ada yang menyebutkan bahwa Film G30S/PKI tidak sesuai dan memutarbalikkan fakta. Padahal penanyangan film ini justru untuk meluruskan lagi, karena banyak yang saling klaim yang benar dan salah. "Kalau mau kita jelaskan lagi, nanti Dandim akan berikan pemahaman langsung kepada penonton, karena tidak semua orang tahu tentang PKI," jelasnya.

Danrem menganggap, pemutaran film ini bukan untuk membuka luka lama, tapi untuk mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap bahaya kebangkitan PKI. "Saya sudah berkeliling negara melihat komunis ini, yang jelas pemerintahan komunis, ekonominya ini tidak ada yang baik. Kita bisa lihat dari contoh beberapa negara yang menganut paham komunis ini, yang jelas paham ini juga tidak sesuai dengan ideologi bangsa kita," pungkasnya.

(fab/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP