Selasa, 12 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Hendak Transaksi di Kamar, Dua Germo Ini Diamankan Aparat Kepolisian

| editor : 

Prostitusi online

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Jajaran aparatur kepolisian dari Polda Kalteng berhasil membekuk dua orang asal Banjarmasin(Kalsel) yang menjadi tersangka tindak pidana perdagangan orang(TPPO). Dua tersangka berinisial RF (23) dan AZ (23) diamankan petugas di sebuah hotel di Kota Palangka Raya, Senin (18/9) lalu sekitar pukul 02.00 WIB.

“Kedua tersangka telah melakukan perdagangan orang atau memudahkan perbuatan cabul untuk dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial, menggunakan sistem online dengan sistem aplikasi DE yang dilakukan sejak tiga bulan terakhir,” terang Dirreskrimum Polda Kalteng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko di lobi Mapolda Kalteng, Rabu (20/9) pagi, dilansir Kalteng Pos (Jawa Pos Group).

Berdasarkan pengakuan dari kedua tersangka, rata-rata tersangka memperoleh penghasilan relatif nilainya. “Tarif yang dipatok seharga Rp750 dan yang diterima korban hanya sebesar Rp500,” tambah mantan Direktur Narkoba Polda Kalteng tersebut. Usai diitangkap, keduanya langsung dijebloskan ke penjara.

Selain mengamankan pelaku, dalam operasi penangkapan tersebut, polisi juga turut mengamankan kedua korban. “Usai dimintai keterangan dan setelah memenuhi informasi yang diperoleh sudah cukup, kami kemudian mengembalikan kedua korban kepada orang tua masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, dari tangan kedua tersangka penyidik berhasil mengamankan smartphone, 3 lembar kwitansi pembayaran hotel, uang tunai sebesar Rp1,7 juta berdasarkan hasil transaksi dan dua kunci kamar hotel. Sementara barang bukti yang diperoleh dari korban pertama adalah baju hitam, celana dalam, BH, 5 buah kondom serta 1 HP, 2 kondom, pil KB diamankan dari korban kedua.

Saat akan pulang, DA (23) yang berstatus janda dan L (23) berstatus masih lajang, harus menahan malu karena dijemput orangtuanya dari kantor polisi.

Dari pengakuan tersangka, transaksi dilakukan dengan aplikasi Bee Talk, diawali dengan chatting kemudian bernegosiasi dan langkah terakhir ketemuan. Tersangka mengaku sudah tiga bulan menjalankan tindakan cabulnya untuk mendapat keuntungan.

Atas perbuatannya, RF dan AZ dinilai melanggar UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pasal 2 ayat 1 dengan ancaman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda Rp120 juta.

(wnd/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP